Keutamaan I'tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Pahami Niat dan Tata Caranya
Esti setiyowati
Jum'at, 29 Maret 2024 - 13:18 WIB
Ilustrasi.Foto/Pexels
Itikaf memiliki arti sebagai berdiam diri di masjid dalam suatu waktu dengan melakukan ibadah-ibadah tertentu untuk mengharapkan ridha Allah Ta'ala.
Imam Nawawi, yang disepakati Asy-Syarbini dan Al-Kauhaji dalam kitab "Mughni Al Muhtaji dan Zaadul Muhtaji", mendefinisikan itikaf dengan menetapnya seorang dalam masjid dengan disertai niat khusus.
Dalam buku "Itikaf Penting dan Perlu", disebutkan itikaf adalah ibadah dan cara paling utama untuk bertaqqarub dengan Allah SWT. Adapun dalil disyariatkannya itikaf adalah firman Allah SWT:
وَاِذۡ جَعَلۡنَا الۡبَيۡتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمۡنًا ؕ وَاتَّخِذُوۡا مِنۡ مَّقَامِ اِبۡرٰهٖمَ مُصَلًّى ؕ وَعَهِدۡنَآ اِلٰٓى اِبۡرٰهٖمَ وَاِسۡمٰعِيۡلَ اَنۡ طَهِّرَا بَيۡتِىَ لِلطَّآٮِٕفِيۡنَ وَالۡعٰكِفِيۡنَ وَالرُّکَّعِ السُّجُوۡدِ
"Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!" (Al-Baqarah: 125).
Baca juga:Imam Besar Masjid Istiqlal Sebut Paus Fransiskus Akan Berkunjung Ke Istiqlal
Itikaf dianjurkan dilakukan pada bulan Ramadhan, khususnya 10 hari terakhir. Seperti dilakukan Rasulullah SAW.
Imam Nawawi, yang disepakati Asy-Syarbini dan Al-Kauhaji dalam kitab "Mughni Al Muhtaji dan Zaadul Muhtaji", mendefinisikan itikaf dengan menetapnya seorang dalam masjid dengan disertai niat khusus.
Dalam buku "Itikaf Penting dan Perlu", disebutkan itikaf adalah ibadah dan cara paling utama untuk bertaqqarub dengan Allah SWT. Adapun dalil disyariatkannya itikaf adalah firman Allah SWT:
وَاِذۡ جَعَلۡنَا الۡبَيۡتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمۡنًا ؕ وَاتَّخِذُوۡا مِنۡ مَّقَامِ اِبۡرٰهٖمَ مُصَلًّى ؕ وَعَهِدۡنَآ اِلٰٓى اِبۡرٰهٖمَ وَاِسۡمٰعِيۡلَ اَنۡ طَهِّرَا بَيۡتِىَ لِلطَّآٮِٕفِيۡنَ وَالۡعٰكِفِيۡنَ وَالرُّکَّعِ السُّجُوۡدِ
"Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!" (Al-Baqarah: 125).
Baca juga:Imam Besar Masjid Istiqlal Sebut Paus Fransiskus Akan Berkunjung Ke Istiqlal
Itikaf dianjurkan dilakukan pada bulan Ramadhan, khususnya 10 hari terakhir. Seperti dilakukan Rasulullah SAW.