home global news

Idul Fitri Momen Teguhkan Komitmen Kebangsaan dan Persaudaraan

Kamis, 11 April 2024 - 04:51 WIB
ilustrasi
Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1455 H telah dirayakan umat Islam pada Rabu tanggal 10 April 2024. Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Asrorun Niam Sholeh menjelaskan, Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 1455 H mengandung setidaknya dua hikmah.

"Hikmah yang pertama meneguhkan komitmen kebersamaan," ujarnya.

Dia menjelaskan, ada tiga item yang memiliki potensi yang berbeda tetapi juga potensi yang sama dalam penentuan Hari Raya Idul Fitri. Pertama adalah wujudul hilal, di mana ketika belum wujud, semua sepakat untuk tidak memasuki bulan.

"Ketika sudah wujud tetapi belum imkanur rukyat ini titik perbedaan, dan posisi hari ini sudah wujud dan sudah ada di taraf imkanur rukyat maka seluruh elemen pegiat hisab dan rukyat memiliki kesamaan pandang," jelasnya.

Baca juga:Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1445 H Jatuh pada Rabu 10 April 2024

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa momentum 1 Syawal 1445 H sesuai untuk kepentingan Bangsa Indonesia setelah baru saja menyelenggarakan pemilihan umum baik pemilihan presiden (pilpres) maupun pemilihan legislatif (pileg).

"Momentum 1 Syawal 1445 H, di mana penetapan satu syawalnya serentak secara keseluruhan, ini bisa dijadikan apa yang disebut amul jamaah, tahun kebersamaan, tahun persaudaraan (ukhuwah), sekaligus juga momentum rekonsiliasi nasional setelah kita terfragmentasi di dalam perbedaan pilihan politik," ujarnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
idul fitri persaudaraan muslim kebangsaan pbnu
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya