Menang Culas atau Kalah Jujur
Tim langit 7
Selasa, 23 April 2024 - 11:00 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Shamsi Ali Al-Kajangi
Saya menuliskan ini karena teringat sebuah cerita yang terjadi antara pelari marathon dari Kenya dan Spanyol dalam sebuah kompetisi marathon beberapa tahun lalu.
Dalam kompetisi marathon itu, pelari Kenya Abel Mutai, berada di garis terdepan dan hampir dipastikan memenangkan marathon itu. Akan tetapi beberapa jarak dari garis finish Abel agak bingung dan menyangka jika dia telah sampai di garis finish. Dia pun berhenti.
Sementara itu di belakangnya pelari Spanyol, Ivan Fernandez, mengikutinya dengan cepat. Di saat dia melihat lawan larinya itu berhenti dia pun berteriak, berhenti dan mendekatinya. Diambilnya tangan dia dan diajak berlari bersama. Mendekati garis finish, Ivan sengaja lari lambat untuk memberikan kesempatan kepada Abel mencapai garis finish sebelum dirinya. Abel pun memenangkan marathon itu. Sementara Ivan harus puas di posisi kedua.
Baca juga:MK Tolak Gugatan Anies dan Ganjar, Ketua DPD RI: Harus Ditaati Para Pihak dan Ambil Hikmahnya
Di saat wawancara Ivan ditanya oleh wartawan: “kenapa anda melakukan itu?” Dia jawab: mimpi saya adalah untuk melihat suatu ketika kita hidup dalam bermasyarakat saling mendorong untuk sukses dan menang bersama”.
Wartawan kembali bertanya: “tapi kenapa anda membiarkan orang Kenya itu memenangkan pertandingan?”. Dijawabnya: “saya tidak membiarkan dia menang. Dia memang harusnya menang. Pertandingan ini memang dimenangkan oleh dia”.
Saya menuliskan ini karena teringat sebuah cerita yang terjadi antara pelari marathon dari Kenya dan Spanyol dalam sebuah kompetisi marathon beberapa tahun lalu.
Dalam kompetisi marathon itu, pelari Kenya Abel Mutai, berada di garis terdepan dan hampir dipastikan memenangkan marathon itu. Akan tetapi beberapa jarak dari garis finish Abel agak bingung dan menyangka jika dia telah sampai di garis finish. Dia pun berhenti.
Sementara itu di belakangnya pelari Spanyol, Ivan Fernandez, mengikutinya dengan cepat. Di saat dia melihat lawan larinya itu berhenti dia pun berteriak, berhenti dan mendekatinya. Diambilnya tangan dia dan diajak berlari bersama. Mendekati garis finish, Ivan sengaja lari lambat untuk memberikan kesempatan kepada Abel mencapai garis finish sebelum dirinya. Abel pun memenangkan marathon itu. Sementara Ivan harus puas di posisi kedua.
Baca juga:MK Tolak Gugatan Anies dan Ganjar, Ketua DPD RI: Harus Ditaati Para Pihak dan Ambil Hikmahnya
Di saat wawancara Ivan ditanya oleh wartawan: “kenapa anda melakukan itu?” Dia jawab: mimpi saya adalah untuk melihat suatu ketika kita hidup dalam bermasyarakat saling mendorong untuk sukses dan menang bersama”.
Wartawan kembali bertanya: “tapi kenapa anda membiarkan orang Kenya itu memenangkan pertandingan?”. Dijawabnya: “saya tidak membiarkan dia menang. Dia memang harusnya menang. Pertandingan ini memang dimenangkan oleh dia”.