Sejak 2019 Tertarik Islam, Revaldo Ucapkan Kalimat Syahadat di Masjid An-Nahdlah PBNU
Tim langit 7
Ahad, 28 April 2024 - 09:00 WIB
Pria asal Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memutuskan untuk memeluk Islam
Pria asal Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memutuskan untuk memeluk Islam. Pria bernama Revaldo Attarianus Alvino (24) ini membaca dua kalimat syahadat di Masjid An-Nahdlah PBNU, Jakarta Pusat. Penguacapan syahadat ini dipandu Kepala Perpustakaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Ahmad Syatiri
Pria yang dipanggil Aldo ini setelah masuk Islam mendapatkan tambahan nama Muhammad, sehingga menjadi Muhammad Revaldo Attarianus Alvino.
Ia menceritakan bahwa dirinya sudah sejak lama ingin bersyahadat di Masjid An-Nahdlah PBNU dan sudah mengetahui informasi tentang Masjid An-Nahdlah dari Google sejak lama juga.
Baca juga:Kisah Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri Mualaf dan Ucapkan Kalimat Syahadat
"Memang sudah dari lama berniat untuk bersyahadat di PBNU, sudah tahu dari lama dari Google," ujarnya. Ia mengatakan bahwa keinginannya masuk Islam muncul sejak baru lulus sekolah pada tahun 2019, ketika ia mulai merasa penasaran dengan Islam. Awalnya, dia hanya berdiskusi ringan dengan teman-teman, namun seiring berjalannya waktu, rasa penasarannya semakin bertambah.
Ia mulai belajar tentang Islam melalui teman-teman dan juga mengikuti kajian. "Waktu itu belum siap, karena ini menyangkut agama, jadi nanti saja," imbuhnya.
Aldo mengatakan bahwa orang tuanya tahu tentang keputusannya untuk menjadi mualaf, dan mereka hanya menyampaikan pesan bahwa penting untuk tetap istiqamah setelah menjadi mualaf.
Pria yang dipanggil Aldo ini setelah masuk Islam mendapatkan tambahan nama Muhammad, sehingga menjadi Muhammad Revaldo Attarianus Alvino.
Ia menceritakan bahwa dirinya sudah sejak lama ingin bersyahadat di Masjid An-Nahdlah PBNU dan sudah mengetahui informasi tentang Masjid An-Nahdlah dari Google sejak lama juga.
Baca juga:Kisah Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri Mualaf dan Ucapkan Kalimat Syahadat
"Memang sudah dari lama berniat untuk bersyahadat di PBNU, sudah tahu dari lama dari Google," ujarnya. Ia mengatakan bahwa keinginannya masuk Islam muncul sejak baru lulus sekolah pada tahun 2019, ketika ia mulai merasa penasaran dengan Islam. Awalnya, dia hanya berdiskusi ringan dengan teman-teman, namun seiring berjalannya waktu, rasa penasarannya semakin bertambah.
Ia mulai belajar tentang Islam melalui teman-teman dan juga mengikuti kajian. "Waktu itu belum siap, karena ini menyangkut agama, jadi nanti saja," imbuhnya.
Aldo mengatakan bahwa orang tuanya tahu tentang keputusannya untuk menjadi mualaf, dan mereka hanya menyampaikan pesan bahwa penting untuk tetap istiqamah setelah menjadi mualaf.