Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan 700 Meter di Atas Puncak
Tim langit 7
Senin, 06 Mei 2024 - 06:53 WIB
Gunung Semeru kembali erupsi pada Senin (6/5/2024) sekitar pukul 05.43 WIB dengan tinggi kolom letusan 700 meter di atas puncak.
Gunung Semeru kembali erupsi pada Senin (6/5/2024) sekitar pukul 05.43 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom letusan 700 meter di atas puncak.
Gunung Semeru yang secara administratif terletak di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus siaga atau level III.
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Senin, 06 Mei 2024, pukul 05:43 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 700 m di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan laut),” ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Mukdas Sofian dalam keterangannya.
Baca juga:Deretan Penyebab Perceraian Ria Ricis-Teuku Ryan, Salah Satunya Tak Dapat Nafkah Batin
Sementara itu, Mukdas mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 108 detik.
Mukdas mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Gunung Semeru yang secara administratif terletak di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu masih berstatus siaga atau level III.
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Senin, 06 Mei 2024, pukul 05:43 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 700 m di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan laut),” ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Mukdas Sofian dalam keterangannya.
Baca juga:Deretan Penyebab Perceraian Ria Ricis-Teuku Ryan, Salah Satunya Tak Dapat Nafkah Batin
Sementara itu, Mukdas mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 108 detik.
Mukdas mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.