home global news

AS Dinilai Remehkan Ancaman Serangan Israel Ke Penyeberangan Rafah

Rabu, 08 Mei 2024 - 17:55 WIB
Warga Palestina menunggu untuk dievakuasi, setelah pasukan Israel melancarkan operasi darat dan udara di bagian timur Rafah di Jalur Gaza selatan.

LANGIT7.ID-, Washington- - Amerika Serikat (AS) tampaknya meremehkan serangan mematikan Israel di Rafah, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut sifatnya “terbatas” meskipun ada kekhawatiran atas nasib lebih dari 1,5 juta warga Palestina yang berlindung di kota Gaza selatan.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan kepada wartawan pada Selasa bahwa AS masih menentang serangan besar-besaran Israel terhadap Rafah.

Israel telah meningkatkan pemboman terhadap Rafah pada Senin, dan menewaskan puluhan orang setelah memerintahkan sekitar 100.000 penduduk di wilayah timurnya untuk mengungsi. Pasukan Israel juga menyerbu sisi Palestina di perbatasan Rafah antara Jalur Gaza dan Mesir, yang berfungsi sebagai pintu gerbang utama bantuan kemanusiaan.

“Operasi militer yang mereka lancarkan tadi malam hanya ditargetkan di gerbang Rafah,” kata Miller.

“Bukan operasi di wilayah sipil yang mereka perintahkan untuk dievakuasi. Jadi kami akan terus menegaskan bahwa kami menentang operasi militer besar-besaran di Rafah.”

Meski begitu, Miller mengakui bahwa serangan terhadap penyeberangan tersebut “tampaknya merupakan awal” dari serangan yang lebih besar.

Serangan Israel menutup penyeberangan Rafah, sehingga semakin memperparah aliran bantuan kemanusiaan ke Gaza. Sejak 9 Oktober, Israel telah mengintensifkan blokade terhadap wilayah tersebut, sehingga menyebabkan wilayah kantong Palestina berada di ambang kelaparan.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
konflik palestina israel gencatan senjata kota rafah palestina
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya