Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza Berakhir Tanpa Kesepakatan Usai Israel Menyerang Kota Rafah
LANGIT7.ID-, Gaza- - Militer Israel telah meningkatkan serangannya di Kota Rafah, Gaza selatan, dan menyerang Kota Gaza, serta melumpuhkan operasi bantuan kemanusiaan di seluruh wilayah Palestina seiring negosiasi gencatan senjata berakhir tanpa adanya kesepakatan.
Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan pada hari Jumat bahwa 110.000 warga Palestina telah meninggalkan Rafah. Pasukan Israel telah bergerak ke timur kota dalam operasi pertempuran jarak dekat dan melakukan serangan udara.
“Banyak pihak ketakutan. Mereka telah mengkhawatirkan hal ini sejak lama dan sekarang hal ini sudah terjadi. Ada pemboman terus-menerus. Banyak asap di langit Gaza, dan banyak warga Palestina yang pindah,” ujar Direktur Perencanaan UNRWA Sam Rose.
Dia menambahkan, Israel menjadikan Gaza sebagai sasaran “pengepungan abad pertengahan” dalam perang “bumi hangus”. Pasukan Israel awal pekan ini juga menguasai penyeberangan perbatasan Rafah, menutup pintu masuk penting bagi bantuan kemanusiaan.
“Tidak ada bantuan yang masuk ke Gaza sejak hari Minggu. Tidak ada bantuan, tidak ada bahan bakar, tidak ada perbekalan, tidak ada apa-apa. Dan kami sekarang benar-benar kehabisan cadangan terakhir,” kata Rose.
“Kami masih punya beberapa hari lagi bahan cadangan yang bisa kami sediakan. Namun segala sesuatunya akan segera mati tanpa bahan bakar, tanpa air. Jadi situasinya benar-benar menyedihkan,” tambahnya.
Akibat serangan Israel, pasien dan staf terpaksa keluar dari rumah sakit di Rafah, menyebabkan banyak warga Palestina yang sakit dan terluka tidak bisa mendapatkan perawatan.