home masjid

KH Miftachul Akhyar Jelaskan 3 Tingkatan Dzikir

Senin, 13 Mei 2024 - 07:00 WIB
ilustrasi
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar menjelaskan tiga tingkatan dzikir seseorang kepada Allah. Pertama, adalah dzikir yang sekadar diucapkan dari lisan, tapi hatinya tidak ingat kepada Allah. Dzikir semacam ini adalah kelas yang paling bawah.

"Karena lupa (tidak ingat Allah) yang begitu itu kalau disabari, ditekuni lama-lama akan naik. Semula lupa, akhirnya ingat. Lha ini adalah maqam yang pertama. Belum hudur (hadir hatinya)," katanya saat mengisi kajian rutin Syarah Al-Hikam di akun Youtube Multimedia KH Miftachul Akhyar, diakses NU Online, Sabtu (11/5/2024).

Orang yang zikirnya masih berada di tingkatan tersebut, hendaknya terus mengistikamahkan berzikir. Karena untuk mencapai tingkatan yang lebih tinggi menurut Kiai Miftach memang butuh latihan.

Baca juga:4 Keutamaan Bulan Dzulqa'dah

"Kalau lisan dan hati tidak bisa berzikir bersamaan, jangan ditinggalkan zikir. Terus berzikir. Tidak apa-apa, zikir terus. Begitu ingat Allah, tekanan zikirnya ditambah lagi," ajakanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya, Jawa Timur ini melanjutkan penjelasan tingkatan zikir yang kedua, yaitu zikir yang hatinya sudah ingat atau hadir kepada Allah. Begitu lisan berzikir, hatinya juga ingat akan Allah.

"Hudur (hatinya hadir) itu maqam yang kedua. Hatinya sudah hadir, madep (menghadap) kepada Allah," terang Kiai Miftach, sapaan kesehariannya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kh miftachul akhyar dzikir rais aam pbnu
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya