Di Australia, Menteri Investasi Pamer Hilirisasi US$12 Miliar Weda Bay Ramah Lingkungan
LANGIT7.ID-, Melbourne- -Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mempromosikan keberhasilan Indonesia dalam program hilirisasi senilai US$12 Miliar di Weda Bay, Maluku Utara. Ini dia sampaikan dihadapan 150 investor dan perusahaan Australia.
Bahlil menjadi pembicara kunci pada Indonesia-Australia Business Summit di Melbourne, Victoria, Australia, pada Senin pagi (13/5/2024). Acara ini merupakan rangkaian agenda kunjungan kerja Menteri Investasi ke Melbourne, Australia selama 3 hari. Bahlil mengatakan pemerintah Indonesia berkomitmen membangun industri ramah lingkungan ke depan.
"Jika ada yang mengatakan kalau kawasan industri kami tidak ramah lingkungan, saya akan bawa bapak ibu semua ke kawasan industri Weda Bay di Maluku Utara," ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Selasa (14/5/2024).
Bahlil mengatakan hilirisasi Weda Bay, di Maluku Utara merupakan bagian dari penghasil ekspor sebesar US$12 miliar untuk sektor hilirisasi mineral. "Di sana semuanya sudah ramah lingkungan,” kata Bahlil.
Dikatakannya, Indonesia memiliki potensi besar bagi investasi hijau. Namun, tantangan yang berat saat ini, masih sedikit investor tertarik berinvestasi, khususnya di energi hijau. "Hanya 1/5 dari investasi pada energi hijau yang mengalir ke negara berkembang. Padahal 2/3 dari penduduk dunia hidup di negara berkembang," papar Bahlil.
Bahlil mengatakan, pasar global menantikan produk-produk industri dari energi listrik ramah lingkungan. Sebab itu, investor hanya akan berinvestasi ke negara-negara yang memiliki energi bersih.
"Target carbon neutral pada tahun 2060 salah satunya dengan sistem penyimpanan energi bersih atau baterai yang akan beroperasi pada 2030," ujar Bahlil. Berangkat dari keseriusan Indonesia itu, Bahlil mengajak investor Australia meningkatkan investasinya di Indonesia.