PBNU Buka Beasiswa ke Maroko, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
Tim langit 7
Rabu, 15 Mei 2024 - 13:00 WIB
ilustrasi
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membuka pendaftaran program beasiswa santri yang ingin menempuh pendidikan di Maroko.
Program beasiswa ini merupakan hasil kerja sama antara PBNU dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Islam Kerajaan Maroko di bidang pendidikan.
Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU, KH Hodri Ariev, mengatakan pendaftaran kini dibuka kembali dengan beberapa perubahan ketentuan dari persyaratan beasiswa di tahun sebelumnya.
“Pendaftaran dibuka kembali, agak berbeda sekarang pendaftaran hanya bisa dilakukan oleh pondok pesantren. Jadi, ketika pondok pesantrennya itu punya izin operasional dan mendapatkan rekomendasi dari PCNU atau RMI PCNU setempat, pesantren itu baru boleh mendaftarkan santri-santrinya,” ujar Kiai Hodri.
Baca juga:Sempat Gangguan Jiwa karena Kecanduan Game, Anas Hafal Al-Qur'an 30 Juz
Selain itu, terdapat tambahan persyaratan untuk calon pelamar beasiswa yakni hafalan Al-Qur’an menjadi 8 juz dan hafalan hifdzul mutun. Hifdzul mutun di sini adalah pemahaman dan hafalan terhadap teks klasik seperti matan Alfiyah Ibnu Malik, Jurumiyah, dan Amrithi, namun hal ini bersifat opsional.
“Untuk persyaratan mungkin ada tambahan, hafalan Al-Qur’an tadinya 7 jadi 8 juz sama hifdzul mutun. Hifdzul mutun maksudnya matan Alfiyah, Jurumiyah, Amrithi, tapi itu opsional,” jelasnya.
Program beasiswa ini merupakan hasil kerja sama antara PBNU dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Islam Kerajaan Maroko di bidang pendidikan.
Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU, KH Hodri Ariev, mengatakan pendaftaran kini dibuka kembali dengan beberapa perubahan ketentuan dari persyaratan beasiswa di tahun sebelumnya.
“Pendaftaran dibuka kembali, agak berbeda sekarang pendaftaran hanya bisa dilakukan oleh pondok pesantren. Jadi, ketika pondok pesantrennya itu punya izin operasional dan mendapatkan rekomendasi dari PCNU atau RMI PCNU setempat, pesantren itu baru boleh mendaftarkan santri-santrinya,” ujar Kiai Hodri.
Baca juga:Sempat Gangguan Jiwa karena Kecanduan Game, Anas Hafal Al-Qur'an 30 Juz
Selain itu, terdapat tambahan persyaratan untuk calon pelamar beasiswa yakni hafalan Al-Qur’an menjadi 8 juz dan hafalan hifdzul mutun. Hifdzul mutun di sini adalah pemahaman dan hafalan terhadap teks klasik seperti matan Alfiyah Ibnu Malik, Jurumiyah, dan Amrithi, namun hal ini bersifat opsional.
“Untuk persyaratan mungkin ada tambahan, hafalan Al-Qur’an tadinya 7 jadi 8 juz sama hifdzul mutun. Hifdzul mutun maksudnya matan Alfiyah, Jurumiyah, Amrithi, tapi itu opsional,” jelasnya.