Heatwave di Asia Tenggara Capai Rekor Tertinggi Tahun Ini
Lusi mahgriefie
Sabtu, 18 Mei 2024 - 15:37 WIB
Gelombang panas (heatwave) menyerang wilayah di Asia Tenggara sejak awal April 2024.Foto/Freepik
Gelombang panas (heatwave) menyerang wilayah di Asia Tenggara sejak awal April 2024. Akibatnya pemerintah dari masing-masing negara mengeluarkan peringatan kesehatan serius hingga menutup sekolah demi menghindari bahaya dari gelombang panas ini.
Dilansir dari Aljazeera.com, penutupan sekolah terjadi di Filipina yang mengalami suhu panas hingga mencapai 38.8 derajat celcius. Departemen Pendidikan Filipina meminta lebih dari 47.000 murid dari sekolah umum (negri) untuk belajar di rumah secara online.
Untuk semua warga terutama anak-anak dan orang tua juga diminta untuk sementara waktu menghindari aktivitas di luar ruangan serta memperbanyak minum air putih.
Akibat dari gelombang panas ini juga menyebabkan kekeringan dan kekurangan air bersih, pemadaman listrik, dan kerusakan tanaman.
Di Manila, ibukota Filipina, digambarkan situasi ramai dan padat di sejumlah pusat perbelanjaan atau mall. Mereka berbondong-bondong mengunjungi mall demi menumpang fasilitas air conditioner yang terdapat di sana.
Baca juga:BMKG Warning Masyarakat Hindari Daerah Rawan Longsor hingga 22 Mei, Mengapa?
Sementara di Kamboja disebut-sebut cuaca panas yang terjadi tahun ini adalah yang tertinggi terjadi selama 170 tahun terakhir. Seperti disampaikan Chan Yutha, juru bicara Kementerian Sumber Daya Air dan Meteorologi Kamboja, kepada kantor berita The Associated Press bahwa pihaknya memperkirakan suhu di sebagian besar wilayah negara itu bisa mencapai 43C (109F).
Dilansir dari Aljazeera.com, penutupan sekolah terjadi di Filipina yang mengalami suhu panas hingga mencapai 38.8 derajat celcius. Departemen Pendidikan Filipina meminta lebih dari 47.000 murid dari sekolah umum (negri) untuk belajar di rumah secara online.
Untuk semua warga terutama anak-anak dan orang tua juga diminta untuk sementara waktu menghindari aktivitas di luar ruangan serta memperbanyak minum air putih.
Akibat dari gelombang panas ini juga menyebabkan kekeringan dan kekurangan air bersih, pemadaman listrik, dan kerusakan tanaman.
Di Manila, ibukota Filipina, digambarkan situasi ramai dan padat di sejumlah pusat perbelanjaan atau mall. Mereka berbondong-bondong mengunjungi mall demi menumpang fasilitas air conditioner yang terdapat di sana.
Baca juga:BMKG Warning Masyarakat Hindari Daerah Rawan Longsor hingga 22 Mei, Mengapa?
Sementara di Kamboja disebut-sebut cuaca panas yang terjadi tahun ini adalah yang tertinggi terjadi selama 170 tahun terakhir. Seperti disampaikan Chan Yutha, juru bicara Kementerian Sumber Daya Air dan Meteorologi Kamboja, kepada kantor berita The Associated Press bahwa pihaknya memperkirakan suhu di sebagian besar wilayah negara itu bisa mencapai 43C (109F).