Sandiaga Uno: Wakaf dan Infak Berpotensi Majukan Ekonomi Syariah Indonesia
Mahmuda attar hussein
Senin, 06 September 2021 - 20:25 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: Langit7/Mahmuda
Wakaf dan infak diyakini salah satu solusi dalam pengembangan ekonomi ummat. Bahkan, keduanya memiliki potensi sebagai akses pembiayaan yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan para pelaku UMKM.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pihaknya telah memberikan tantangan baru kepada industri besar yang ada untuk bisa mengembangkan akses pembiayaan. Dalam hal ini, memberikan bantuan dana sosial kepada usaha mikro dalam lingkup ekonomi kreatif.
“Momentum ini harus terus kita jaga dan semoga bisa membawa optimisme untuk bisa membangkitkan dan memajukan ekonomi syariah di Indonesia,” ujarnya di Webinar Wakaf dan Infak sebagai Solusi Pengembangan Ekonomi Umat, Senin (6/9)
Baca juga:Menparekraf Sebut Desa Wisata Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional
Seperti diketahui, ekonomi syariah memiliki peran staragis dan berpotensi membantu Indonesia dalam mengahadapi pandemi yang melanda dunia. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya dalam memfasilitasi agar kebutuhan mendesak masyarakat dalam dunia usaha bisa terpenuhi.
Apalagi, lanjut dia, tren industri halal telah menjadi topik utama, di mana penjualan dan pembelian produk halal mencapai USD254 miliar. Namun, 76 persen dari 260 juta dengan konsumsi sekitar USD218 miliar produk halal, pertumbuhannya masih sekitar 5,3 persen per tahun yang artinya belum dipenuhi oleh pengusaha yang ad di Indonesia.
“Justru kita adalah negara dengan industri halal terbesar dan pengimpor terbesar juga. Semestinya kita bisa mendorong perekonomian ini untuk bangkit,” katanya.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pihaknya telah memberikan tantangan baru kepada industri besar yang ada untuk bisa mengembangkan akses pembiayaan. Dalam hal ini, memberikan bantuan dana sosial kepada usaha mikro dalam lingkup ekonomi kreatif.
“Momentum ini harus terus kita jaga dan semoga bisa membawa optimisme untuk bisa membangkitkan dan memajukan ekonomi syariah di Indonesia,” ujarnya di Webinar Wakaf dan Infak sebagai Solusi Pengembangan Ekonomi Umat, Senin (6/9)
Baca juga:Menparekraf Sebut Desa Wisata Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional
Seperti diketahui, ekonomi syariah memiliki peran staragis dan berpotensi membantu Indonesia dalam mengahadapi pandemi yang melanda dunia. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya dalam memfasilitasi agar kebutuhan mendesak masyarakat dalam dunia usaha bisa terpenuhi.
Apalagi, lanjut dia, tren industri halal telah menjadi topik utama, di mana penjualan dan pembelian produk halal mencapai USD254 miliar. Namun, 76 persen dari 260 juta dengan konsumsi sekitar USD218 miliar produk halal, pertumbuhannya masih sekitar 5,3 persen per tahun yang artinya belum dipenuhi oleh pengusaha yang ad di Indonesia.
“Justru kita adalah negara dengan industri halal terbesar dan pengimpor terbesar juga. Semestinya kita bisa mendorong perekonomian ini untuk bangkit,” katanya.