home wisata halal

Negara kepulauan kecil ini Ternyata Punya banyak startup AI dibandingkan Amerika

Senin, 27 Mei 2024 - 05:41 WIB
Negara kepulauan kecil ini Ternyata Punya banyak startup AI dibandingkan Amerika
LANGIT7.ID-Malta; Malta, sebuah pulau kecil di Laut Mediterania, sangat bergantung pada teknologi AI (Artificial Intelegence). Dunia usaha, universitas, dan pemerintah menggunakan AI sebagai cara untuk mengotomatisasi tugas, meningkatkan pendidikan, dan bahkan mengatasi kemacetan lalu lintas pada jam sibuk.

Negara ini memiliki populasi lebih dari 500.000 jiwa, namun sudah memiliki 56 startup AI, menurut pelacak startup Tracxn Technologies. Itu berarti 1 startup untuk setiap 9.500 orang. Sementara itu, Amerika Serikat, yang memiliki populasi lebih dari 330 juta jiwa, memiliki sekitar 24.000 startup AI berdasarkan hitungan Tracxn. Atau 1 untuk setiap 14.000 penduduk.

Negara ini telah lama menjadi berita utama sebagai tempat menarik bagi wisatawan kaya. Program “paspor emas” yang memberikan kewarganegaraan kepada orang asing yang kaya dengan imbalan menginvestasikan sejumlah uang di negara tersebut merupakan program paspor asing kedua yang paling banyak dicari oleh orang Amerika pada tahun lalu.

Mereka juga mulai mengucurkan dana untuk kecerdasan buatan sebelum perlombaan senjata AI yang dipicu oleh ChatGPT dimulai.

Pada tahun 2019, Maltamenguraikan visinyauntuk menjadi "Landasan Peluncuran AI Terbaik" pada tahun 2030. Tujuannya adalah agar Malta menjadi "tempat di mana perusahaan dan pengusaha lokal dan asing dapat mengembangkan, membuat prototipe, menguji, dan menskalakan AI, dan pada akhirnya memamerkan nilai inovasi mereka di seluruh negara yang siap untuk diadopsi." AI akan menjadi "batu loncatan dari Malta ke dunia".

Upaya-upaya tersebut sempat terhenti antara pandemi dan pergantian pemerintahan politik. Kini, berdasarkan Undang-Undang AI Uni Eropa — undang-undang AI yang berlaku umum di kawasan ini, yang melarang kasus penggunaan yang tidak dapat diterima — Malta sedang menyusun strategi AI baru. Demikian ssperti dikutip dariBloomberg.

Pihak-pihak yang menjadi pusat upaya baru ini berfokus pada penerapan teknologi secara aman. Mereka mengembangkan inisiatif untuk memerangi perpindahan pekerjaan dan kerangka etika, misalnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
malta teknologi ai
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya