home masjid

Pendidikan Islam ala Nurul Hayat, Masjid Jadi Pusat Peradaban

Sabtu, 10 Juli 2021 - 10:26 WIB
Masjid Agung Al Azhar. Foto: Simas Kemenag
Pada era kejayaan Islam, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat saja, namun juga sebagai pusat kegiatan intelektualitas. Masjid terbukti memiiki peran sangat penting dalam perkembangan Islam di dunia.

Masjid dan pendidikan adalah dual hal yang tak bisa dipisahkan. Di setiap berkembanganya ajaran Islam, di situlah bangunan masjid menjulang. Peran masjidlantas berkembang sebagai pusat pendidikan. Sekolah dan masjid pada era kejayaan Islam mampu menampung murid dalam jumlah ratusan hingga ribuan siswa.

Konsep tersebut yang hendak dilestarikan Nurul Hayat. Lembaga sosial yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur itu merupakan transformasi dari sebuah panti asuhan keluarga. Lembaga yang berdiri pada 3 April 2021 itu menjadikan pendidikan sebagai salah satu konsen utama.

Awal Mula

Awal berdiri lembaga Nurul Hayat masih berupa panti asuhan. Panti asuhan tersebut merupakan inisiatif seorang pengusaha dari Surabaya, H Muhammad Molik. Ia terbiasa menyantuni anak yatim jika mendapat keuntungan. Keinginan terus berbagi, Nurul Hayat berubah menjadi yayasan keluarga, lalu diolah menjadi lembaga profesional.

Direktur Eksekutif Laznaz Nurul Hayat, Ustadz Heri Latief, mengatakan, pada awal menjadi lembaga profesional, Nurul Hayat hanya fokus memberikan bewasiswa kepada anak yatim dan dhuafa. Mereka telah memberikan beasiswa kepada 2000 anak yatim dan dhuafa. Pada 2014, Nurul Hayat mendirikan Pondok Pesantren yang fokus memberikan kuota untuk anak yatim dan dhuafa. Pada 2018, didirikan Yayasan Khairunnas untuk menangani unit pendidikan Nurul Hayat.

Yayasan Khairunnas sudah berdiri di kota-kota besar Indonesia seperti Surabaya, Malang, Madiun, Madura, dan Tubang. Mereka fokus mendidik peserta didik dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
masjid pendidikan islam sekolah islam nurul hayat ustadz heri latief
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya