Jelang MPLS Serentak, IPNU Jatim Bentuk 1.954 Relawan Anti-Bullying dan Kekerasan
Tim langit 7
Senin, 03 Juni 2024 - 20:00 WIB
ilustrasi
Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur membentuk 1.954 relawan anti-bullying dan kekerasan menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serentak.
"Pembentukan 1.954 relawan itu merupakan hasil Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Universitas Islam Lamongan pada Minggu (2/6/2024)," kata Ketua PW IPNU Jatim, M Fakhrul Irfansyah, dalam keterangan di Surabaya, Senin (3/6/2024)
Salah satu agenda dalam Rakorwil ini adalah Pembentukan Relawan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang bertujuan untuk mengawal pelaksanan MPLS di sekolah-sekolah se Jawa Timur.
Baca juga:Nilai Parenting dalam Dialog Nabi Ibrahim dan Ismail
PW IPNU Jawa Timur menyoroti fenomena sosial yang sedang marak terjadi, salah satunya bullying dan kekerasan.
Ketua PW IPNU Jatim, M Fakhrul Irfansyah, mengaku resah atas fenomena-fenomena sosial tersebut. Menurutnya, bullying dan kekerasan di sekolah-sekolah harus ditangani sebaik mungkin.
"Kita semua resah dengan fenomena akhir-akhir ini, khususnya bullying dan kekerasan terkhusus lagi dalam lingkungan pendidikan, karena itu kami sebagai organisasi pelajar ingin berkontribusi kepada sekolah dalam pelaksanaan MPLS," katanya.
"Pembentukan 1.954 relawan itu merupakan hasil Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Universitas Islam Lamongan pada Minggu (2/6/2024)," kata Ketua PW IPNU Jatim, M Fakhrul Irfansyah, dalam keterangan di Surabaya, Senin (3/6/2024)
Salah satu agenda dalam Rakorwil ini adalah Pembentukan Relawan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang bertujuan untuk mengawal pelaksanan MPLS di sekolah-sekolah se Jawa Timur.
Baca juga:Nilai Parenting dalam Dialog Nabi Ibrahim dan Ismail
PW IPNU Jawa Timur menyoroti fenomena sosial yang sedang marak terjadi, salah satunya bullying dan kekerasan.
Ketua PW IPNU Jatim, M Fakhrul Irfansyah, mengaku resah atas fenomena-fenomena sosial tersebut. Menurutnya, bullying dan kekerasan di sekolah-sekolah harus ditangani sebaik mungkin.
"Kita semua resah dengan fenomena akhir-akhir ini, khususnya bullying dan kekerasan terkhusus lagi dalam lingkungan pendidikan, karena itu kami sebagai organisasi pelajar ingin berkontribusi kepada sekolah dalam pelaksanaan MPLS," katanya.