Surat Boneka dan Cinta
Tim langit 7
Ahad, 09 Juni 2024 - 08:00 WIB
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kemenag, Ahmad Zainul Hamdi
Ahmad Zainul Hamdi
(Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam)
"Everything you love will probably be lost, but in the end, love will return in another way" Segala sesuatu yang kamu cintai mungkin akan hilang. Tapi pada akhirnya, cinta akan kembali dengan cara yang lain.
***
Suatu hari di sebuah taman, seorang laki-laki yang sepanjang hidupnya tidak pernah menikah dan tidak pernah mempunyai anak, menemukan seorang gadis kecil yang menangis karena kehilangan boneka. Dia menghibur si gadis kecil itu, menuntun, dan membantunya mencari si boneka. Mereka mengelilingi taman, menyibak sekat-sekat pepohonan, dan tanaman rumpun. Tapi, sia-sia. Boneka tidak ditemukan. Laki-laki itu berjanji akan menemani si gadis kecil esok harinya untuk meneruskan pencarian. Tapi usaha itu tetap tidak membuahkan hasil. Boneka itu raib entah ke mana.
Laki-laki itu kemudian memberi sepucuk surat kepada si gadis kecil yang raut wajahnya masih terlihat jelas kesedihan dan kekecewaan. Surat itu seakan ditulis oleh si boneka yang hilang. Isi suratnya sebagai berikut: “Jangan menangis. Aku sedang dalam perjalanan mengelilingi dunia. Aku akan mengirimimu surat untuk mengabarkan pengalaman pengembaraanku.” Di kemudian hari, laki-laki itu rutin berkirim surat ke gadis kecil itu yang membuatnya merasa sangat bahagia.
Suatu hari, ketika laki-laki itu kembali ke Berlin, dia menyerahkan sebuah boneka kepada gadis kecil itu. Seakan-akan, boneka yang hilang itu telah pulang setelah melakukan pengembaraan mengelilingi dunia. Si gadis kecil melihat boneka yang diberikan kepadanya dan berkata, “Ini tak terlihat seperti bonekaku”. Laki-laki itu kemudian memberi gadis kecil itu satu surat lagi yang “ditulis” si boneka. Isinya, “Perjalananku telah mengubahku”.
(Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam)
"Everything you love will probably be lost, but in the end, love will return in another way" Segala sesuatu yang kamu cintai mungkin akan hilang. Tapi pada akhirnya, cinta akan kembali dengan cara yang lain.
***
Suatu hari di sebuah taman, seorang laki-laki yang sepanjang hidupnya tidak pernah menikah dan tidak pernah mempunyai anak, menemukan seorang gadis kecil yang menangis karena kehilangan boneka. Dia menghibur si gadis kecil itu, menuntun, dan membantunya mencari si boneka. Mereka mengelilingi taman, menyibak sekat-sekat pepohonan, dan tanaman rumpun. Tapi, sia-sia. Boneka tidak ditemukan. Laki-laki itu berjanji akan menemani si gadis kecil esok harinya untuk meneruskan pencarian. Tapi usaha itu tetap tidak membuahkan hasil. Boneka itu raib entah ke mana.
Laki-laki itu kemudian memberi sepucuk surat kepada si gadis kecil yang raut wajahnya masih terlihat jelas kesedihan dan kekecewaan. Surat itu seakan ditulis oleh si boneka yang hilang. Isi suratnya sebagai berikut: “Jangan menangis. Aku sedang dalam perjalanan mengelilingi dunia. Aku akan mengirimimu surat untuk mengabarkan pengalaman pengembaraanku.” Di kemudian hari, laki-laki itu rutin berkirim surat ke gadis kecil itu yang membuatnya merasa sangat bahagia.
Suatu hari, ketika laki-laki itu kembali ke Berlin, dia menyerahkan sebuah boneka kepada gadis kecil itu. Seakan-akan, boneka yang hilang itu telah pulang setelah melakukan pengembaraan mengelilingi dunia. Si gadis kecil melihat boneka yang diberikan kepadanya dan berkata, “Ini tak terlihat seperti bonekaku”. Laki-laki itu kemudian memberi gadis kecil itu satu surat lagi yang “ditulis” si boneka. Isinya, “Perjalananku telah mengubahku”.