Di tengah meningkatnya perceraian dan rapuhnya ikatan keluarga, perkawinan kembali ditinjau sebagai ruang spiritual dan sosial yang disangga cinta, mawaddah, rahmah, dan amanah sebagai perekat yang tak lekang.
Hadis Nabi SAW menegaskan: Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. Islam bukan menolak keindahan, tapi menempatkannya sebagai cermin imanselaras antara lahir, batin, dan kebenaran.
Rasulullah SAW bersabda: iman belum sempurna tanpa cinta kepada sesama. Yusuf Qardhawi menjadikannya fondasi sosial Islam: membersihkan hati, menegakkan persaudaraan.
Ibnu Arabi, sufi agung dari Andalusia, menyalakan debat panjang dengan ajaran cinta kosmis dan wahdat al-wujud. Dari Sevilla ke Damaskus, warisannya terus hidup lintas abad dan tradisi.
Banyak mengenal Rumi lewat puisinya. Tapi di balik itu, ia seorang faqih tegas, mufti dihormati, dan ayah penuh kegelisahan. Transformasinya menyingkap wajah Islam yang lentur.
Cinta dunia bukan sekadar soal harta. Ia penyakit batin yang mematikan, melemahkan umat, dan membuat manusia terjerumus pada kesombongan, ketamakan, serta kehancuran moral yang tak kasat mata
Inti dari kehidupan akhirat adalah perjumpaan dengan Allah, ibarat seseorang yang akhirnya berhasil meraih sesuatu yang sejak lama ia dambakan, setelah melewati rintangan yang tak terhitung.
Bahkan ketika seorang istri lalai dalam kewajiban agamanya, Nabi memberi contoh dengan tidak bicara pada para istrinya selama sebulan, sebuah cara menunjukkan ketidaksetujuan tanpa melampaui batas.
Rasulullah SAW tidak malu mengungkapkan perasaan cintanya. Dalam satu hadits, ketika ditanya siapa orang yang paling dicintainya, beliau menjawab lugas: Aisyah.
Yang tampak di dunia luar hanyalah cermin dari dunia dalam. Bagi yang jiwanya dipenuhi cinta, semuanya tampak indah. Tapi bagi yang hatinya dipenuhi cemooh, bahkan keindahan pun tampak buruk.
Penyakit, dalam pandangan ini, bukan sekadar persoalan ketidakseimbangan unsur tubuh. Ia bisa menjadi surat cinta dari Tuhan, tali gaib yang menarik sang hamba kembali ke jalan-Nya.