Alcaraz Juara Perancis Terbuka, Zherev Alasan Terganggu Sidang KDRT
Tim langit 7
Senin, 10 Juni 2024 - 07:17 WIB
Alcaraz Juara Perancis Terbuka, Zherev Alasan Terganggu Sidang KDRT
LANGIT7.ID-Paris; Petenis peringkat 3 dunia Carlos Alcaraz tampil luar biasa dalam partai final Perancis Terbuka melawan petenis peringkat 4 dunia, Alexander Zherev yang digelar, minggu(9/6/2024).
Dalam duel gengsi antar dua generasi--generasi lapis kedua dan lapis ketiga--ini dimenangkan Alcaraz yang saat ini bisa disebut representasi generasi lapis ketiga dengan score final 6-3,2-6,5-7, 6-1,6-2.
Kemenangan yang di raih petenis Spanyol ini, banyak dikaitkan oleh para pecinta tennis sebagai sebuah takdir yang memang Alcaraz harus memenangkan thropy grand slam Perancis Terbuka.
Alcaraz saat ini berada di bawah tingkat kepercayaan diri dan konsistensi yang tinggi untuk bisa memenangkan dua final besar pertamanya – di AS Terbuka pada tahun 2022 dan Wimbledon tahun lalu.
Namun pemain berusia 21 tahun itu menjadi orang termuda yang bisa memenangkan gelar Grand Slam di ketiga tournamen yang berbeda (US Open, Wimbledon dan Roland Garros).
Kemenangan Alcaraz di Roland Garros ini, tidak ada yang meragukan karena tanah liat adalah tempat Alcaraz tumbuh besar. Ia bermain di kampung halamannya di Murcia dan ajang Prancis Terbuka yang ia impikan sejak kecil.
Usai memastikan kemenangan setelah bermain 4 jam 19 menit, ia melakukan selebrasi dengan menjatuhkan tubuhnya terlentang. Selebrasi Alcaraz mirip yang dilakukan Rafael Nadal yang sukses mengoleksi 14 thropy grand slam di tournamen Roland Garros.
Dalam duel gengsi antar dua generasi--generasi lapis kedua dan lapis ketiga--ini dimenangkan Alcaraz yang saat ini bisa disebut representasi generasi lapis ketiga dengan score final 6-3,2-6,5-7, 6-1,6-2.
Kemenangan yang di raih petenis Spanyol ini, banyak dikaitkan oleh para pecinta tennis sebagai sebuah takdir yang memang Alcaraz harus memenangkan thropy grand slam Perancis Terbuka.
Alcaraz saat ini berada di bawah tingkat kepercayaan diri dan konsistensi yang tinggi untuk bisa memenangkan dua final besar pertamanya – di AS Terbuka pada tahun 2022 dan Wimbledon tahun lalu.
Namun pemain berusia 21 tahun itu menjadi orang termuda yang bisa memenangkan gelar Grand Slam di ketiga tournamen yang berbeda (US Open, Wimbledon dan Roland Garros).
Kemenangan Alcaraz di Roland Garros ini, tidak ada yang meragukan karena tanah liat adalah tempat Alcaraz tumbuh besar. Ia bermain di kampung halamannya di Murcia dan ajang Prancis Terbuka yang ia impikan sejak kecil.
Usai memastikan kemenangan setelah bermain 4 jam 19 menit, ia melakukan selebrasi dengan menjatuhkan tubuhnya terlentang. Selebrasi Alcaraz mirip yang dilakukan Rafael Nadal yang sukses mengoleksi 14 thropy grand slam di tournamen Roland Garros.