Angga Sasongko Setop Kesepakatan dengan Stasiun TV akibat Saipul Jamil
Muhajirin
Selasa, 07 September 2021 - 10:17 WIB
Sutradara Angga Dwimas Sasongko ditemui dalam jumpa pers film NKCTHI di kantor Visinema Pictures, Jakarta, Rabu (7/8/2019). ANTARA/Maria Cicilia Galuh.
Sutradara Angga Dwimas Sasongko dan rumah produksi Visinema Pictures memberhentikan semua pembicaraan kesepakatan distribusi film animasi Nussa dan Keluarga Cemara dengan stasiun televisi yang menghadirkan Saipul Jamil dengan cara yang mereka sebut tidak menghormati korban. Kehadiran Saipul Jamil di televisi tidak sesuai dengan nilai-nilai ramah anak dan keluarga yang mereka usung.
Hal tersebut disampaikan Angga Dwimas Sasongko dan Visinema Pictures, Ahad (5/9/2021) via Twitter. "Pemberitahuan ini dimaksudkan untuk mendukung gerakan masyarakat yang melawan dirayakannya pelaku kekerasan seksual pada anak di media, serta menjadi kesadaran bersama pentingnya media (media yang menghargai anak) anak kita," tulis Angga.
Baca Juga:Petisi Boikot Saipul Jamil, Ustadz Azhari: Muslim yang Baik Merangkul Saudaranya
Kesepakatan terkait film Nussa juga didukung oleh partner Visinema, yakni The Little Giantz Studio. Protes dari warganet muncul di media sosial karena mereka tidak terima pelaku pencabulan diberi panggung di televisi.
Sementara, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Agung Suprio belum memberikan tanggapan mengenai hal ini. "Tunggu ya, pantau web KPI," kata Agung saat dihubungi Antara lewat pesan singkat.
Diketahui, Saipul Jamil baru keluar dari penjara setelah delapan tahun dihukum atas dua kasus berbeda. Pertama kasus pencabulan terhadap remaja laki-laki, kemudian penyuapan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang membuat hukumannya diperpanjang.
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Hawa Nafsu Bisa Bawa Manusia pada Kejayaan atau Kehancuran
Hal tersebut disampaikan Angga Dwimas Sasongko dan Visinema Pictures, Ahad (5/9/2021) via Twitter. "Pemberitahuan ini dimaksudkan untuk mendukung gerakan masyarakat yang melawan dirayakannya pelaku kekerasan seksual pada anak di media, serta menjadi kesadaran bersama pentingnya media (media yang menghargai anak) anak kita," tulis Angga.
Baca Juga:Petisi Boikot Saipul Jamil, Ustadz Azhari: Muslim yang Baik Merangkul Saudaranya
Kesepakatan terkait film Nussa juga didukung oleh partner Visinema, yakni The Little Giantz Studio. Protes dari warganet muncul di media sosial karena mereka tidak terima pelaku pencabulan diberi panggung di televisi.
Sementara, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Agung Suprio belum memberikan tanggapan mengenai hal ini. "Tunggu ya, pantau web KPI," kata Agung saat dihubungi Antara lewat pesan singkat.
Diketahui, Saipul Jamil baru keluar dari penjara setelah delapan tahun dihukum atas dua kasus berbeda. Pertama kasus pencabulan terhadap remaja laki-laki, kemudian penyuapan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang membuat hukumannya diperpanjang.
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Hawa Nafsu Bisa Bawa Manusia pada Kejayaan atau Kehancuran