home masjid

Keutamaan Puasa Arafah: Menghapus Dosa dan Gapai Ampunan

Selasa, 11 Juni 2024 - 14:00 WIB
ilustrasi
Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijah dan dianjurkan bagi mereka yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.

Keutamaan puasa ini ditegaskan dalam beberapa hadis Nabi Muhammad SAW, salah satunya adalah hadis dari Abu Qatadah.

Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa pada hari Arafah dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Sebagaimana diriwayatkan:

عَنْ أَبِى قَتَادَةَ الأَنْصَارِىِّ رَضِىَ الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ … صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ …[رواه الجماعة إلا البخارى والترمذى]

“Dari Abu Qatadah (diriwayatkan) bahwa Rasulullah SAW ditanya … tentang puasa hari Arafah, lalu beliau menjawab: (Puasa hari Arafah itu) menghapus dosa-dosa satu tahun lalu dan satu tahun yang akan datang…” [HR jemaah ahli hadis kecuali al-Bukhari dan at-Tirmidzi].

Menurut Ruslan Fariadi, yang dimaksud dengan penghapusan dosa dalam konteks ini adalah dosa-dosa kecil. Dosa-dosa besar seperti syirik, zina, meninggalkan salat, dan sebagainya, memerlukan pertaubatan yang sungguh-sungguh. Pertobatan ini harus melalui prosesi khusus yang melibatkan penyesalan mendalam, komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut, permohonan ampun kepada Allah, serta mengganti keburukan dengan amal saleh.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
puasa arafah keutamaan hapus dosa ampunan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya