Pentingnya Vaksinasi Meningitis bagi Jamaah Haji
Tim langit 7
Rabu, 12 Juni 2024 - 14:00 WIB
ilustrasi
Menjaga kesehatan menjadi prioritas utama calon jamaah haji. Berkumpulnya jamaah dari 180 negara lebih di Tanah Suci meningkatkan risiko penularan meningitis meningokokus. Vaksinasi memegang peranan penting dalam langkah pelaksanaan ibadah.
Sejarah mencatat, meningitis di Mekkah pada 1980, 1999, dan 2021. Kejadian itu memperkuat pentingnya vaksin meningitis untuk jemaah haji. Alih-alih hanya menjadi syarat administratif visa, vaksinasi justru berfungsi sebagai ‘jas hujan’ penularan meningitis dari kerumunan jamaah haji.
Terlebih, banyaknya jumlah jamaah tidak memungkinkan untuk melakukan cek kesehatan secara individu. Hal ini oleh dikarenakan penyakit meningitis memiliki angka kematian dan kecacatan yang tinggi.
Baca juga:Tips Sehat dan Aman Konsumsi Daging Kurban
Menanggapi hal tersebut, Dr Abduloh Machin dr SpN(K), dokter spesialis Neurologi dari Universitas Airlangga (Unair), turut memberikan penjelasan. Ia menyebutkan tiga penyebab paling umum dari meningitis bakterial akut, yaitu Streptococcus pneumoniae, Neisseria meningitidis, dan Haemophilus influenzae.
Lebih lanjut dokter Machin menyebutkan, meningitis biasanya ditandai dengan gejala seperti nyeri kepala hebat, demam, mual, dan muntah. Bahkan, menurutnya, pasien meningitis bisa membuat kesadaran menurun dan mengalami kejang.
“Meningitis sendiri adalah penyakit infeksi yang menyebabkan peradangan pada selaput otak, medulla spinalis, dan jaringan otak. Sehingga dapat menyebabkan kesadaran menurun hingga koma pada penderitanya. Seringkali pasien yang sembuh dari meningitis akan mengalami kecacatan,” ujarnya.
Sejarah mencatat, meningitis di Mekkah pada 1980, 1999, dan 2021. Kejadian itu memperkuat pentingnya vaksin meningitis untuk jemaah haji. Alih-alih hanya menjadi syarat administratif visa, vaksinasi justru berfungsi sebagai ‘jas hujan’ penularan meningitis dari kerumunan jamaah haji.
Terlebih, banyaknya jumlah jamaah tidak memungkinkan untuk melakukan cek kesehatan secara individu. Hal ini oleh dikarenakan penyakit meningitis memiliki angka kematian dan kecacatan yang tinggi.
Baca juga:Tips Sehat dan Aman Konsumsi Daging Kurban
Menanggapi hal tersebut, Dr Abduloh Machin dr SpN(K), dokter spesialis Neurologi dari Universitas Airlangga (Unair), turut memberikan penjelasan. Ia menyebutkan tiga penyebab paling umum dari meningitis bakterial akut, yaitu Streptococcus pneumoniae, Neisseria meningitidis, dan Haemophilus influenzae.
Lebih lanjut dokter Machin menyebutkan, meningitis biasanya ditandai dengan gejala seperti nyeri kepala hebat, demam, mual, dan muntah. Bahkan, menurutnya, pasien meningitis bisa membuat kesadaran menurun dan mengalami kejang.
“Meningitis sendiri adalah penyakit infeksi yang menyebabkan peradangan pada selaput otak, medulla spinalis, dan jaringan otak. Sehingga dapat menyebabkan kesadaran menurun hingga koma pada penderitanya. Seringkali pasien yang sembuh dari meningitis akan mengalami kecacatan,” ujarnya.