Israel Ambil Alih Jutaan Dolar Milik Palestina, AS Geram
Nabil
Jum'at, 14 Juni 2024 - 06:22 WIB
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller.
LANGIT7.ID-, Washington- - Amerika Serikat mengkritik keras keputusan menteri keuangan Israel. Menteri tersebut memutuskan untuk mengalihkan uang pajak Palestina sebesar US$35 juta kepada keluarga "korban terorisme" Israel. AS menyebut keputusan ini sebagai langkah yang "keliru".
"Tindakan Menteri Bezalel Smotrich tidak tepat. Kami telah menegaskan kepada Pemerintah Israel bahwa dana ini milik rakyat Palestina," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller kepada wartawan.
Miller menambahkan, "Dana ini harus segera ditransfer ke Otoritas Palestina. Seharusnya tidak ditahan atau ditunda."
"Kami menganggap ini keputusan yang sangat keliru dari menteri tersebut," ujarnya.
Smotrich, seorang politisi sayap kanan, mengumumkan langkah ini di media sosial. Dia berkata, "Otoritas Palestina mendorong dan mendukung terorisme dengan membayar keluarga teroris, tahanan, dan tahanan yang dibebaskan."
"Sesuai dengan putusan yang memberikan kompensasi kepada korban terorisme, kami mengimbangi jumlah yang sama dari dana PA dan mentransfer uang yang diberikan kepada keluarga korban terorisme," tambah Smotrich.
Berdasarkan perjanjian perdamaian yang dimediasi Norwegia pada tahun 1990-an, Israel mengumpulkan uang untuk Otoritas Palestina, yang menjalankan otonomi terbatas di beberapa bagian Tepi Barat.
"Tindakan Menteri Bezalel Smotrich tidak tepat. Kami telah menegaskan kepada Pemerintah Israel bahwa dana ini milik rakyat Palestina," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller kepada wartawan.
Miller menambahkan, "Dana ini harus segera ditransfer ke Otoritas Palestina. Seharusnya tidak ditahan atau ditunda."
"Kami menganggap ini keputusan yang sangat keliru dari menteri tersebut," ujarnya.
Smotrich, seorang politisi sayap kanan, mengumumkan langkah ini di media sosial. Dia berkata, "Otoritas Palestina mendorong dan mendukung terorisme dengan membayar keluarga teroris, tahanan, dan tahanan yang dibebaskan."
"Sesuai dengan putusan yang memberikan kompensasi kepada korban terorisme, kami mengimbangi jumlah yang sama dari dana PA dan mentransfer uang yang diberikan kepada keluarga korban terorisme," tambah Smotrich.
Berdasarkan perjanjian perdamaian yang dimediasi Norwegia pada tahun 1990-an, Israel mengumpulkan uang untuk Otoritas Palestina, yang menjalankan otonomi terbatas di beberapa bagian Tepi Barat.