Managemen Event Qurban di Masjid Baitul Makmur, Termasuk Yang Terbaik
Tim langit 7
Senin, 17 Juni 2024 - 18:57 WIB
Managemen Event Qurban di Masjid Baitul Makmur, Termasuk Yang Terbaik
LANGIT7.ID-Bekasi; Manajemen pelaksanaan penyembelihan hewan qurban di Masjid Baitul Makmur, komplek Perumahan Telaga Sakinah, Cikarang Barat, Bekasi bisa dikatakan termasuk yang terbaik. Event qurban yang dilakukan setelah shalat Idul Adha, Senin (17/6/2024), semua terorganisir secara rapi sehingga waktunya menjadi sangat efektif dan efisien.
Dari jumlah hewan qurban yang terkumpul ada 25 sapi dan 31 kambing, tetapi panitia bisa menyelesaikan penyembelian sampai tahap packaging, cukup memerlukan waktu 4 jam. Kegiatan penyembelihan dimulai pukul 08.00 dan selesai sampai tahap packaging pukul 11.00. Untuk distribusi dimulai pukul 13.00-15.00. “Event qurban tahun ini insya Allah bisa dibilang sukses. Dari segi jumlah, tahun lalu yang kurban sapi berjumlah 23, qurban kambing 28. Sekarang qurban sapi jumlahnya 25, kambing 31. Tapi bisa diselesaikan lebih cepat dari tahun lalu,” ujar Ketua Panitia Qurban, Kang Yana saat dikonfirmasi langit7.id. Kang Yana menambahkan, ia merasa bersyukur, semua panitia yang terlibat dalam event qurban ini kompak dan saling support, sehingga semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan cepat.
Dari pengamatan di lapangan, yang membuat kegiatan penyembelihan hewan qurban bisa sangat efektif dan efisien waktunya karena dari tahap penyembelihan, sistem yang digunakan tidak tradisional lagi. Tetapi sudah menggunakan cara yang canggih, di mana hewan qurban seperti sapi tinggal dimasukkan ke dalam perangkap besi, kemudian sistem tersebut mengatur dengan rapi untuk dilakukan penyembelihan dengan mudah. Sistem ini, selain bisa dilakukan sangat cepat, juga bisa menihilkan risiko benturan antara petugas penyembeliahan dengan hewan qurbannya.
Manajemen pasca penyembelihan, juga lebih terliat sangat rapi karena hewan tersebut langsung di potong-potong menjadi beberapa bagian. Ada tim yang bertanggungjawab urusan khusus daging, ada yang secara khusus mengurus bagian tulang tulang, ada yang secara khusus mengurus bagian dalam hewan qurban (jeroan), dan ada yang secara khusus mengurus packaging dan juga ada tim khusus distribusi.
Untuk pengurusan tulang menjadi sangat cepat, karena panitia juga menggunakan sejumlah mesin pemotong, sehingga tulang tulang ukuran hewan qurban sapi tetap bisa dihandle dengan cepat. Bisa dibayangkan kalau urusan tulang dihandle dengan cara manual, tentu akan memerlukan waktu yang sangat lama. “Jadi semua tulang dipotong pake mesin. Ini yang bikin sangat cepat kerjanya,” ujar Pak Agus Tiyono, salah satu panitia yang mengurus bagian tulang.
Bagian krusial lainnya, dalam managemen pengurusan hewan qurban adalah distribusi. Untuk mempermudah pendistribusian ini, juga ada tim khusus yang mengurus distribusi ke luar, ada yang bagian khusus distribusi di lingkungan internal perumahan yang memang perumahannya berafiliasi ke Masjid Baitul Makmur, tempat penyelenggaraan pengurusan hewan qurban.
Untuk memastikan distribusi terdeliver dengan baik, panitia menggunakan sistem barkot, di mana setiap kupon pengambilan daging dipasang kode barkot yang bisa memudahkan tim kepanitiaan mengecek keaslian kupon tersebut. Selain itu dengan sistem barkot menjadi lebih akurat karena bisa memastikan kesesuainnya dengan data yang dibuat panitia qurban yang semuanya akan terekam dalam satu dashboard di sistem IT yang sudah di develop oleh panitia.
Dari jumlah hewan qurban yang terkumpul ada 25 sapi dan 31 kambing, tetapi panitia bisa menyelesaikan penyembelian sampai tahap packaging, cukup memerlukan waktu 4 jam. Kegiatan penyembelihan dimulai pukul 08.00 dan selesai sampai tahap packaging pukul 11.00. Untuk distribusi dimulai pukul 13.00-15.00. “Event qurban tahun ini insya Allah bisa dibilang sukses. Dari segi jumlah, tahun lalu yang kurban sapi berjumlah 23, qurban kambing 28. Sekarang qurban sapi jumlahnya 25, kambing 31. Tapi bisa diselesaikan lebih cepat dari tahun lalu,” ujar Ketua Panitia Qurban, Kang Yana saat dikonfirmasi langit7.id. Kang Yana menambahkan, ia merasa bersyukur, semua panitia yang terlibat dalam event qurban ini kompak dan saling support, sehingga semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan cepat.
Dari pengamatan di lapangan, yang membuat kegiatan penyembelihan hewan qurban bisa sangat efektif dan efisien waktunya karena dari tahap penyembelihan, sistem yang digunakan tidak tradisional lagi. Tetapi sudah menggunakan cara yang canggih, di mana hewan qurban seperti sapi tinggal dimasukkan ke dalam perangkap besi, kemudian sistem tersebut mengatur dengan rapi untuk dilakukan penyembelihan dengan mudah. Sistem ini, selain bisa dilakukan sangat cepat, juga bisa menihilkan risiko benturan antara petugas penyembeliahan dengan hewan qurbannya.
Manajemen pasca penyembelihan, juga lebih terliat sangat rapi karena hewan tersebut langsung di potong-potong menjadi beberapa bagian. Ada tim yang bertanggungjawab urusan khusus daging, ada yang secara khusus mengurus bagian tulang tulang, ada yang secara khusus mengurus bagian dalam hewan qurban (jeroan), dan ada yang secara khusus mengurus packaging dan juga ada tim khusus distribusi.
Untuk pengurusan tulang menjadi sangat cepat, karena panitia juga menggunakan sejumlah mesin pemotong, sehingga tulang tulang ukuran hewan qurban sapi tetap bisa dihandle dengan cepat. Bisa dibayangkan kalau urusan tulang dihandle dengan cara manual, tentu akan memerlukan waktu yang sangat lama. “Jadi semua tulang dipotong pake mesin. Ini yang bikin sangat cepat kerjanya,” ujar Pak Agus Tiyono, salah satu panitia yang mengurus bagian tulang.
Bagian krusial lainnya, dalam managemen pengurusan hewan qurban adalah distribusi. Untuk mempermudah pendistribusian ini, juga ada tim khusus yang mengurus distribusi ke luar, ada yang bagian khusus distribusi di lingkungan internal perumahan yang memang perumahannya berafiliasi ke Masjid Baitul Makmur, tempat penyelenggaraan pengurusan hewan qurban.
Untuk memastikan distribusi terdeliver dengan baik, panitia menggunakan sistem barkot, di mana setiap kupon pengambilan daging dipasang kode barkot yang bisa memudahkan tim kepanitiaan mengecek keaslian kupon tersebut. Selain itu dengan sistem barkot menjadi lebih akurat karena bisa memastikan kesesuainnya dengan data yang dibuat panitia qurban yang semuanya akan terekam dalam satu dashboard di sistem IT yang sudah di develop oleh panitia.