Ketua PP Muhammadiyah Serukan Pembangunan Gedung Bertingkat di Arafah-Mina
Tim langit 7
Kamis, 20 Juni 2024 - 13:59 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Serukan Pembangunan Gedung Bertingkat di Arafah-Mina
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Antrian panjang untuk melaksanakan ibadah haji bukan hanya dialami oleh calon jamaah dari Indonesia, tetapi juga negara-negara lain. Melihat kondisi ini, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas mengajukan solusi untuk menambah fasilitas di Arab Saudi, khususnya di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Anwarmengusulkan pembangunan bangunan bertingkat di tiga lokasi tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan yang selama ini dihadapi calon jamaah haji.
"Dengan adanya bangunan bertingkat, antrian calon jamaah haji dari setiap negara dapat berkurang. Mereka tidak perlu menunggu terlalu lama untuk bisa melaksanakan ibadah haji," ujarAnwar dalam siaran perskepada Langit7.id, Kamis (20/6/2024).
Selain itu, tempat wukuf dan mabit di Muzdalifah dan Mina tidak lagi sempit seperti saat ini. Jamaah dapat beristirahat dengan lebih nyaman tanpa harus berdesak-desakan.
Permasalahan antrian panjang di toilet juga dapat diatasi dengan menyeimbangkan rasio jumlah jamaah dan toilet. Dapur untuk pengusaha catering pun dapat diperluas, sehingga mereka dapat memasak sesuai kebutuhan jamaah tanpa terlambat mengirimkan makanan.
"Kegiatan melempar jumrah juga bisa dilakukan dengan lebih tertib dan teratur. Waktu dan tempat untuk masing-masing jamaah dapat diatur dengan baik," tambah Anwar.
Meski kuota jamaah haji ditambah,Anwar menyadari bahwa Masjidil Haram mungkin tidak dapat menampung semuanya. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan waktu untuk thawaf, sa'i, dan shalat lima waktu bagi jamaah dari masing-masing negara.
Anwarmengusulkan pembangunan bangunan bertingkat di tiga lokasi tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan yang selama ini dihadapi calon jamaah haji.
"Dengan adanya bangunan bertingkat, antrian calon jamaah haji dari setiap negara dapat berkurang. Mereka tidak perlu menunggu terlalu lama untuk bisa melaksanakan ibadah haji," ujarAnwar dalam siaran perskepada Langit7.id, Kamis (20/6/2024).
Selain itu, tempat wukuf dan mabit di Muzdalifah dan Mina tidak lagi sempit seperti saat ini. Jamaah dapat beristirahat dengan lebih nyaman tanpa harus berdesak-desakan.
Permasalahan antrian panjang di toilet juga dapat diatasi dengan menyeimbangkan rasio jumlah jamaah dan toilet. Dapur untuk pengusaha catering pun dapat diperluas, sehingga mereka dapat memasak sesuai kebutuhan jamaah tanpa terlambat mengirimkan makanan.
"Kegiatan melempar jumrah juga bisa dilakukan dengan lebih tertib dan teratur. Waktu dan tempat untuk masing-masing jamaah dapat diatur dengan baik," tambah Anwar.
Meski kuota jamaah haji ditambah,Anwar menyadari bahwa Masjidil Haram mungkin tidak dapat menampung semuanya. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan waktu untuk thawaf, sa'i, dan shalat lima waktu bagi jamaah dari masing-masing negara.