Indonesian Fashion Chamber Dukung Penuh Perancang dan Pengusaha Fesyen Indonesia
Lusi mahgriefie
Sabtu, 22 Juni 2024 - 06:00 WIB
Indonesian Fashion Chamber (IFC) hadir sebagai tempat bernaungnya para perancang dan pengusaha fesyen Tanah Air.Foto-foto/ist
Industri fashion Tanah Air patut diperhitungkan baik di dalam negeri maupun kancah internasional. Kreativitas maupun semangat dari para desainer dan pengusaha fesyen tentunya berperan besar dalam hal ini.
Menjadi semakin baik apabila semangat berkarya bersama dan kolaborasi terus dilakukan dan memiliki naungan yang kuat sehingga muncul inovasi dan kreativitas yang bergerak secara dinamis.
Oleh karena itu Indonesian Fashion Chamber (IFC) hadir sebagai tempat bernaungnya para perancang dan pengusaha fesyen Tanah Air. Baik desainer senior maupun yang muda. Semua patut didukung dan diapresasi.
IFC sebagai asosiasi profesi terbentuk sejak tahun 2015 silam. Hal tersebut ditegaskan Ketua IFC Jakarta Periode 2015-2019 dan 2019-2023, Hannie Hananto saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (21/6/2024).
IFC didirikan oleh antara lain Ali Charisma, Taruna Kusmayadi, Lenny Agustin, Deden Siswanto serta sejumlah perancang mode lainnya.
“Saat ini ada 238 perancang dan pengusaha fesyen dari 14 kota di seluruh Indonesia. Awalnya Jakarta lalu berkembang hingga ke Kota Denpasar, Makasar, Bandung, Surabaya, Semarang, Malang,” ungkap Hannie yang juga seorang desainer pemilik brand fesyen Anemone ini.
IFC telah giat bekerja bersama dengan komponen penting lainnya seperti pemerintah, industry tekstil, dan akademisi. Tujuannya tidak lain untuk berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi bangsa khusunya sektor fesyen.
Menjadi semakin baik apabila semangat berkarya bersama dan kolaborasi terus dilakukan dan memiliki naungan yang kuat sehingga muncul inovasi dan kreativitas yang bergerak secara dinamis.
Oleh karena itu Indonesian Fashion Chamber (IFC) hadir sebagai tempat bernaungnya para perancang dan pengusaha fesyen Tanah Air. Baik desainer senior maupun yang muda. Semua patut didukung dan diapresasi.
IFC sebagai asosiasi profesi terbentuk sejak tahun 2015 silam. Hal tersebut ditegaskan Ketua IFC Jakarta Periode 2015-2019 dan 2019-2023, Hannie Hananto saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (21/6/2024).
IFC didirikan oleh antara lain Ali Charisma, Taruna Kusmayadi, Lenny Agustin, Deden Siswanto serta sejumlah perancang mode lainnya.
“Saat ini ada 238 perancang dan pengusaha fesyen dari 14 kota di seluruh Indonesia. Awalnya Jakarta lalu berkembang hingga ke Kota Denpasar, Makasar, Bandung, Surabaya, Semarang, Malang,” ungkap Hannie yang juga seorang desainer pemilik brand fesyen Anemone ini.
IFC telah giat bekerja bersama dengan komponen penting lainnya seperti pemerintah, industry tekstil, dan akademisi. Tujuannya tidak lain untuk berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi bangsa khusunya sektor fesyen.