Hikmah Rahmani: Negeri Idaman
Redaksi
Selasa, 07 September 2021 - 20:27 WIB
Pemandangan sunset terindah di Pulau Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau. Foto: Langit7.id/iStock
Waspadai jebakan jerat iblis dan tak lupa untuk selalu mengangkat tangan, menengadah lalu berdoa kepada Allah SWT agar negeri tempat kita tinggal selalu aman sentosa.
Oleh: A Rahman Habsyi
Negeri idaman menjadi impian semua orang beriman dan bertaqwa. Bahkan dalam konteks kenegaraan, siapa pun pemimpinnya, pasti harapannya tercipta negeri indah dan baik. Juga mendapatkan curahan kasih serta ampunan dari Sang Khaliq (baldatun thayyibatun wa robbun ghafur).
Barometer negeri idaman tidak lepas dari sifat dan karakter para penghuninya. Seorang ulama besar, Fakhruddin Ar-Razi (1149-1209 M.) menuturkan:
Baca Juga:Hikmah Rahmani: Ada Apa dengan Usia 40?
"Dunia itu laksana taman yang indah, (apabila dihiasi) dengan lima perkara, yakni ilmu para ulama, keadilan para pemimpin, kekhusyuan ibadah para hamba Allah, amanah para saudagar, dan nasihat kejujuran kaum profesional."
"Lalu datanglah iblis dengan membawa lima bendera, yaitu ditancapkanlah hasad di samping ilmu, dzalim di samping adil, riya di samping ibadah, khianat di samping amanah, dan tipu daya di samping nashihat."
Oleh: A Rahman Habsyi
Negeri idaman menjadi impian semua orang beriman dan bertaqwa. Bahkan dalam konteks kenegaraan, siapa pun pemimpinnya, pasti harapannya tercipta negeri indah dan baik. Juga mendapatkan curahan kasih serta ampunan dari Sang Khaliq (baldatun thayyibatun wa robbun ghafur).
Barometer negeri idaman tidak lepas dari sifat dan karakter para penghuninya. Seorang ulama besar, Fakhruddin Ar-Razi (1149-1209 M.) menuturkan:
Baca Juga:Hikmah Rahmani: Ada Apa dengan Usia 40?
"Dunia itu laksana taman yang indah, (apabila dihiasi) dengan lima perkara, yakni ilmu para ulama, keadilan para pemimpin, kekhusyuan ibadah para hamba Allah, amanah para saudagar, dan nasihat kejujuran kaum profesional."
"Lalu datanglah iblis dengan membawa lima bendera, yaitu ditancapkanlah hasad di samping ilmu, dzalim di samping adil, riya di samping ibadah, khianat di samping amanah, dan tipu daya di samping nashihat."