SIG Kembangkan Destinasi Wisata Kampung Songket Silungkang di Sumbar
Tim langit 7
Senin, 24 Juni 2024 - 09:00 WIB
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya, PT Semen Padang mengembangkan destinasi wisata kampung songket di Desa Lunto Timur, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumbar.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya, PT Semen Padang mengembangkan destinasi wisata kampung songket di Desa Lunto Timur, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.
Pengembangan kampung songket telah dimulai 25 April 2024 lalu ditandai dengan peletakan batu pertama Landscaping (tata ruang) kampung songket yang diberi nama Kampung Dolas Songket.
Nama Kampung Dolas Songket merupakan apresiasi terhadap perhatian dan upaya UMKM Dolas Songket meliputi pembangunan gapura, perbaikan akses jalan, pembangunan fasilitas assembly point (titik kumpul) untuk wisatawan, hingga bantuan mesin tenun.
Dolas Songket didirikan Anita Dona Asri yang akrab disapa Dona (38) pada 2014. Dolas Songket adalah gabungan dari nama Dona, Lastri dan Sepri. Keduanya adalah adik Dona.
Baca juga:Resmi Jadi Cagar Budaya, Langgar Gipo Rekam Sejarah Ketum PBNU Pertama
Anita Dona Asri seorang local hero kelahiran Lunto, yang memperjuangkan kelestarian songket silungkang dengan memberikan edukasi dan pelatihan menenun bagi masyarakat di desanya.
Dona mengisahkan, keahliannya menenun songket sejak kelas 3 SD dari orangtuanya. Keahliannya itu terus ditekuni dengan membuat usaha kecil-kecilan hingga mampu membiayai studinya di salah satu perguruan tinggi di Sumatera Barat hingga selesai pada 2010.
Pengembangan kampung songket telah dimulai 25 April 2024 lalu ditandai dengan peletakan batu pertama Landscaping (tata ruang) kampung songket yang diberi nama Kampung Dolas Songket.
Nama Kampung Dolas Songket merupakan apresiasi terhadap perhatian dan upaya UMKM Dolas Songket meliputi pembangunan gapura, perbaikan akses jalan, pembangunan fasilitas assembly point (titik kumpul) untuk wisatawan, hingga bantuan mesin tenun.
Dolas Songket didirikan Anita Dona Asri yang akrab disapa Dona (38) pada 2014. Dolas Songket adalah gabungan dari nama Dona, Lastri dan Sepri. Keduanya adalah adik Dona.
Baca juga:Resmi Jadi Cagar Budaya, Langgar Gipo Rekam Sejarah Ketum PBNU Pertama
Anita Dona Asri seorang local hero kelahiran Lunto, yang memperjuangkan kelestarian songket silungkang dengan memberikan edukasi dan pelatihan menenun bagi masyarakat di desanya.
Dona mengisahkan, keahliannya menenun songket sejak kelas 3 SD dari orangtuanya. Keahliannya itu terus ditekuni dengan membuat usaha kecil-kecilan hingga mampu membiayai studinya di salah satu perguruan tinggi di Sumatera Barat hingga selesai pada 2010.