Benarkah Kebocoran Pusat Data Nasional Imbas Pemberantasan Judi Online
Tim langit 7
Sabtu, 29 Juni 2024 - 11:00 WIB
ilustrasi
Kepala Pusat Badan Siber Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ahmad Luthfi, menyikapi kebocoran Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang terjadi pada Kamis (20/6/2024).
Lutfi menilai bahwa kebocoran ini berkaitan dengan pemberantasan judi online.
“Ansor Menilai Pembobolan PDN ada keterkaitan dengan pemberantasan judi online yang sedang gencar dilakukan saat ini. Bukan tidak mungkin pihak-pihak di belakang judi online itu melakukan upaya serangan balik. Karena butuh effort yang sangat besar untuk menyerang Pusat Data Nasional milik negara,” jelasnya dikutip dari NU Online, Jumat (28/06/2024).
Baca juga:Berantas Perjudian, BRI Aktif Blokir Ribuan Rekening Terindikasi Judi Online
Lebih lanjut Lutfi menjelaskan mengenai matra siber yang harus dijaga kedaulatannya karena di dalamnya ada kedaulatan data. “Dan perlu saya garis bawahi, siber adalah matra keempat negara. Jika dulu ada 3 matra; darat, laut, dan udara, maka hari ini, ada matra siber yang harus dijaga kedaulatannya. Jadi ada wilayah-wilayah siber yang merepresentasikan kedaulatan siber negara, termasuk di dalamnya adalah kedaulatan data,” ujar Lutfi.
Lutfi juga menerangkan, upaya-upaya yang melanggar teritori kedaulatan siber negara, sesungguhnya merupakan tindakan kejahatan terencana, atau bahkan bisa disebut makar dalam konteks keamanan siber (cyber security) nasional.
Lutfi juga menegaskan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk segera memberikan penanganan dan memperkuat keamanan agar kejadian serupa tidak terulang.
Lutfi menilai bahwa kebocoran ini berkaitan dengan pemberantasan judi online.
“Ansor Menilai Pembobolan PDN ada keterkaitan dengan pemberantasan judi online yang sedang gencar dilakukan saat ini. Bukan tidak mungkin pihak-pihak di belakang judi online itu melakukan upaya serangan balik. Karena butuh effort yang sangat besar untuk menyerang Pusat Data Nasional milik negara,” jelasnya dikutip dari NU Online, Jumat (28/06/2024).
Baca juga:Berantas Perjudian, BRI Aktif Blokir Ribuan Rekening Terindikasi Judi Online
Lebih lanjut Lutfi menjelaskan mengenai matra siber yang harus dijaga kedaulatannya karena di dalamnya ada kedaulatan data. “Dan perlu saya garis bawahi, siber adalah matra keempat negara. Jika dulu ada 3 matra; darat, laut, dan udara, maka hari ini, ada matra siber yang harus dijaga kedaulatannya. Jadi ada wilayah-wilayah siber yang merepresentasikan kedaulatan siber negara, termasuk di dalamnya adalah kedaulatan data,” ujar Lutfi.
Lutfi juga menerangkan, upaya-upaya yang melanggar teritori kedaulatan siber negara, sesungguhnya merupakan tindakan kejahatan terencana, atau bahkan bisa disebut makar dalam konteks keamanan siber (cyber security) nasional.
Lutfi juga menegaskan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk segera memberikan penanganan dan memperkuat keamanan agar kejadian serupa tidak terulang.