home global news

Rembug Stunting Kembali Digelarsebagai Wujud Kerja Sama Lintas Sektor

Sabtu, 29 Juni 2024 - 23:11 WIB
Rembug Stunting Lintas Sektor yang digelar di kantor ParagonCorp diharapkan dapat menekan angka stunting di Indonesia. Foto: dok ParagonCorp
Stunting masih menjadi isu besar di Indonesia. Dibutuhkan penanganan serius dan kerja keras untuk menekan angka stunting hingga 14 persen di tahun 2024.

Disampaikan Nurul Huda dari Tim Percepatan Penurunan Stunting Direktorat Gizi dan KIA Kementrian Kesehatan RI, penurunan stunting di Indonesia hanya 0,1 persen dari target 14 persen.

“Anak-anak dengan status gizi dan berat badan kurang merupakan PR (pekerjaan rumah, red) terbesar kita karena tiga kali lebih berisiko menjadi cikal bakal stunting,” jelas Nurul Huda di acara Rembug Stunting Lintas Sektor digelar di Paragon Head Office, Jakarta.

Ia juga menekankan bahwa cara yang tepat untuk mengatasi stunting adalah dengan memantau perkembangan remaja putri dan ibu hamil di Indonesia, memperhatikan kondisi gizi mereka serta memberi pengetahuan tentang stunting sejak dini.

“Pemberian tablet penambah darah, screening anemia, pemeriksaan kehamilan, dan pemberian kelas-kelas ibu hamil di desa merupakan beberapa strategi yang Kemenkes lakukan sebagai tindakan preventif mencegah stunting,” tambah Nurul Huda.

Penanganan stunting sebenarnya tidak hanya bisa dilakukan pemerintah. Kolaborasi bersama lembaga, Perusahaan maupun NGO tentunya bisa membantu penanganan stunting di Indonesia.

Seperti halnya yang dilakukan Saving Next Generation Institute (SNGI) sebagai inisiator Rembug Stunting Lintas Sektor, bersama WeCare.id, Indonesia Power serta ParagonCorp. Ide ini telah dilakukan di tahun 2023, dan kini diadakan kembali sebagai upaya melanjutkan kolaborasi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya