LANGIT7.ID-, Jakarta- - Stunting masih menjadi isu besar di Indonesia. Dibutuhkan penanganan serius dan kerja keras untuk menekan angka stunting hingga 14 persen di tahun 2024.
Disampaikan Nurul Huda dari Tim Percepatan Penurunan Stunting Direktorat Gizi dan KIA Kementrian Kesehatan RI, penurunan stunting di Indonesia hanya 0,1 persen dari target 14 persen.
“Anak-anak dengan status gizi dan berat badan kurang merupakan PR (pekerjaan rumah, red) terbesar kita karena tiga kali lebih berisiko menjadi cikal bakal stunting,” jelas Nurul Huda di acara Rembug Stunting Lintas Sektor digelar di Paragon Head Office, Jakarta.
Ia juga menekankan bahwa cara yang tepat untuk mengatasi stunting adalah dengan memantau perkembangan remaja putri dan ibu hamil di Indonesia, memperhatikan kondisi gizi mereka serta memberi pengetahuan tentang stunting sejak dini.
“Pemberian tablet penambah darah, screening anemia, pemeriksaan kehamilan, dan pemberian kelas-kelas ibu hamil di desa merupakan beberapa strategi yang Kemenkes lakukan sebagai tindakan preventif mencegah stunting,” tambah Nurul Huda.
Penanganan stunting sebenarnya tidak hanya bisa dilakukan pemerintah. Kolaborasi bersama lembaga, Perusahaan maupun NGO tentunya bisa membantu penanganan stunting di Indonesia.
Seperti halnya yang dilakukan Saving Next Generation Institute (SNGI) sebagai inisiator Rembug Stunting Lintas Sektor, bersama WeCare.id, Indonesia Power serta ParagonCorp. Ide ini telah dilakukan di tahun 2023, dan kini diadakan kembali sebagai upaya melanjutkan kolaborasi.
Rembug Stunting Lintas Sektor memiliki topik utama yang dibahas yaitu “Studi Pencegahan Stunting dan Strategi Nasional untuk Mengatasi Stunting di Indonesia”. Dalam kegiatan ini diadakan pula sharing terkait program-program stunting yang dimiliki setiap Perusahaan, NGO, dan Lembaga pemerintah.
SNGI sebagai organisasi yang aktif dalam memberdayakan desa-desa di Indonesia juga turut aktif dalam menyusun program untuk menekan laju stunting.
“Sejalan dengan Kementrian Kesehatan yang fokus menangani stunting di Indonesia, SNGI hadir untuk meningkatkan Pendidikan kesehatan ibu dan anak. Kami berkomitmen memperkuat desa-desa dengan sumber daya dan dukungan untuk optimalisasi Dana Desa guna mencegah stunting,” ujar Goris Mustaqim selaku pendiri SNGI pada acara Rembug Stunting.
Sementara dari tim CSR ParagonCorp, Ari Kleryyanti menyampaikan harapannya semoga Rembug Stunting dapat memberikan manfaat bagi Masyarakat.
“Semoga dengan adanya Rembug Stunting ini akan semakin banyak kolaborasi lintas sektor sehingga bisa mempercepat angka penurunan stunting di Indonesia. Sebagai tuan rumah, ParagonCorp berkomitmen untuk terus memberikan kebermanfaatan yang luas khususnya dalam menanggulangi stunting di Indonesia,” ujar Ari.
Acara Rembug Stunting Lintas Sektor yang kedua ini dihadiri oleh berbagai Lembaga pemerintahan, Perusahaan dan NGO antara lain Kementrian Kesehatan RI, Kemenko PMK RI, Dompet Dhuafa, Tanoto Foundation, PLN Indonesia Power, Pertamina Foundation, PT Astra International Tbk, Indofood, JPAL, Mandiri, Edufarmer, serta CISDI.
(ori)