Mantab Berhijrah, Penjaga Gawang PSIS Joko Ribowo Kini Lebih Tenang
Arif purniawan
Rabu, 08 September 2021 - 17:47 WIB
Penjaga Gawang PSIS Semarang, Joko Ribowo
Perawakannya tinggi, besar, dengan sorot mata yang tajam. Di lapangan hijau, dia kerap meledak-ledak. Emosi gampang tersulut. Tapi dibalik itu, gerak refleknya bagus, tak heran klub sebesar PSIS Semarang mempertahankan dia sebagai penjaga gawang klub kebanggaan Kota Semarang.
Meski perawakannya besar, siapa sangka di luar lapangan penjaga gawang PSIS Semarang Joko Ribowo justru dikenal santun dan ramah senyum.
Joko Ribowo juga dikenal rajin ibadah. Salat 5 waktu tak pernah dia lewatkan.
“Masih belajar agama. Tidak religius, Insya Allah belajar lebih baik, meskipun belum sempurna, belum bisa 100% sunah,” ujarnya.
Penjaga gawang PSIS Semarang Joko Ribowo memutuskan belajar Islam ketika masih membela Arema FC di Liga 1 2018 silam. Saat itu dia sering mengikuti kajian –kajian Islam bersama rekan setim di Arema, Dendi Santoso.
Saat dipinang PSIS, kebiasaanya masih berlanjut. Saat itu, PSIS memboyong semua pemain ke Magelang, karena tim menggunakan Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang, sebagai venue pertandingan setelah Stadion Jatidiri direnovasi.
“Waktu itu belajar langsung dengan ustadz. Ada kajian langsung saat mesnya di Magelang. Kalau sekarang karena ada Covid-19, sudah nggak lagi,” cerita Joko Ribowo, kepada Langit7, Selasa (7/9).
Meski perawakannya besar, siapa sangka di luar lapangan penjaga gawang PSIS Semarang Joko Ribowo justru dikenal santun dan ramah senyum.
Joko Ribowo juga dikenal rajin ibadah. Salat 5 waktu tak pernah dia lewatkan.
“Masih belajar agama. Tidak religius, Insya Allah belajar lebih baik, meskipun belum sempurna, belum bisa 100% sunah,” ujarnya.
Penjaga gawang PSIS Semarang Joko Ribowo memutuskan belajar Islam ketika masih membela Arema FC di Liga 1 2018 silam. Saat itu dia sering mengikuti kajian –kajian Islam bersama rekan setim di Arema, Dendi Santoso.
Saat dipinang PSIS, kebiasaanya masih berlanjut. Saat itu, PSIS memboyong semua pemain ke Magelang, karena tim menggunakan Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang, sebagai venue pertandingan setelah Stadion Jatidiri direnovasi.
“Waktu itu belajar langsung dengan ustadz. Ada kajian langsung saat mesnya di Magelang. Kalau sekarang karena ada Covid-19, sudah nggak lagi,” cerita Joko Ribowo, kepada Langit7, Selasa (7/9).