LANGIT7.ID-Selesai sudah musim kompetisi sepak bola Liga 1 2024/2025 di mana terdapat tiga tim yang resmi terdegradasi musim depan.
Dari tiga tim yang harus turun kasta ke Liga 2, dua berasal dari Semarang, Jawa Tengah (Jateng) dan dari Sleman, Yogyakarta. Masing-masing PSIS dan PSS.
Sedangkan satu tim lagi berasal dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Barito Putera.
Mereka adalah penghuni 3 klasemen terbawah dengan urutan, PSS di posisi 16, Barito Putera di posisi 17, dan PSIS sebagai juru kunci di posisi 18.
Ungkapan kesedihan Barito dan PSIS Ungkapan kesedihan diungkap oleh Barito Putera dan PSIS setelah resmi turun kasta ke Liga 2 musim depan.
Apalagi, Barito juga baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-37 pada 21 April 2025 kemarin.
"37 tahun lalu, tepatnya 21 April 1988, sebuah nama lahir di tengah semangat membara masyarakat Kalimantan Selatan — PS Barito Putera.Lebih dari sekadar klub sepak bola, Barito adalah mimpi yang dibangun dari tanah Banua. Dari tangan dingin H. Abdussamad Sulaiman HB, klub ini berdiri dengan satu tujuan: menjadikan sepak bola sebagai kebanggaan dan pengikat hati rakyat.Terima kasih untuk setiap peluh, doa, dan dukungan dari kalian—Baritofans, keluarga besar, pemain, legenda, dan pecinta Barito di mana pun berada. Perjalanan ini tak akan berarti tanpa kalian.Selamat ulang tahun, Barito Putera.Masih ada cerita-cerita hebat yang menanti untuk ditulis bersama.Untuk Banua. Untuk Indonesia. Untuk Semuanya."
Demikian ungkapan Barito saat merayakan ulang tahunnya. Terdegradasi musim depan, Barito pun akan berjuang bisa kembali ke Liga 1.
Tujuh tahun PSIS di kasta tertinggi Sedangkan bagi PSIS, kegagalan bertahan di Liga 1 menjadi catatan mengecewakan setelah tujuh tahun lamanya terus bertahan. Sebagaimana dituliskan di Instagram mereka.
"Tujuh tahun langkah perjalanan kami di kompetisi Liga 1. Tetes keringat perjuangan, tangis-tawa, suka-duka kami lalui di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Semua nama hadir tanpa sedikitpun tak berkontribusi untuk lambang Tugu Muda di Dada.Terimakasih untuk perjuangan dan dukungan yang hadir tanpa henti. Mungkin rasa sedih, kecewa, dan amarah masih selimuti seluruh hati setiap elemen dimana PSIS Semarang berada, mohon maaf sebesar-besarnya. Tapi kami yakin dan bertekad untuk kembali lagi, lebih kuat dan jauh lebih kuat dari sebelumnya.Bukanlah akhir, tapi perjuangan untuk meraih kembali kejayaan di panggung tertinggi sepakbola Indonesia. Mohon dukungan dan doa disetiap perjuangan kami nantinya."Di sisi lain, suporter PSS juga terus menyamangati tim kebanggaan mereka untuk kembali bangkit dan menembus Liga 1 musim depan.(*)
(hbd)