Viral Gegara Disingkirkan Ronaldo, Ini Bahaya Minuman Bersoda
Dwitisya Rizky Desindatika
Rabu, 23 Juni 2021 - 15:27 WIB
Ilustrasi minuman bersoda Foto: Pexelbay
Ada yang tak biasa pada konferensi pers jelang pertandingan Piala Euro 2020. Bintang sepakbola Cristiano Ronaldo terlihat menyingkirkan dua botol Coca-Cola yang ditaruh dekat mikrofon di depannya.
Dalam video yang banyak beredar, terlihat peraih Ballon d’Or itu memindahkan dua botol minuman soda tersebut sesaat sebelum konferensi pers, Senin (14/6/2021) jelang laga Hongarian vs Portugal. Ia lalu mengangkat sebotol air mineral dan berkata 'Agua" berarti air dalam bahasa Portugal.
Pemain berjuluk CR7 ini memang dikenal menerapkan gaya hidup sehat dengan banyak minum air putih, memerangi gula, lemak, dan menolak junk food.
Soal air berkarbonasi, terlepas dari sensasi menyegarkan, apalagi diminum dingin, memang tidak dianjurkan sering dikonsumsi. Ia menyimpan sederet bahaya. Berikut potensi keburukan seperti dilansir Eat This:
1. Obesitas
Meskipun satu kaleng soda berisi 140 kalori, tetapi nilai itu dijamin tidak berpengaruh apa-apa terhadap rasa lapar. Tanpa nutrisi, ia cuma meningkatkan kadar gula darah dan menumpuk glukosa. Bila tak dibakar gula menjadi lemak menambah bobot tubuh dan ujungnya menyebabkan obesitas.
Jika berpikir soda diet lebih baik, sebaiknya harus dipikirkan ulang. Baik soda diet dan soda reguler sama-sama terbukti berdasar berberapa riset, bisa menyebabkan diabetes tipe 2.
Dalam video yang banyak beredar, terlihat peraih Ballon d’Or itu memindahkan dua botol minuman soda tersebut sesaat sebelum konferensi pers, Senin (14/6/2021) jelang laga Hongarian vs Portugal. Ia lalu mengangkat sebotol air mineral dan berkata 'Agua" berarti air dalam bahasa Portugal.
Pemain berjuluk CR7 ini memang dikenal menerapkan gaya hidup sehat dengan banyak minum air putih, memerangi gula, lemak, dan menolak junk food.
Soal air berkarbonasi, terlepas dari sensasi menyegarkan, apalagi diminum dingin, memang tidak dianjurkan sering dikonsumsi. Ia menyimpan sederet bahaya. Berikut potensi keburukan seperti dilansir Eat This:
1. Obesitas
Meskipun satu kaleng soda berisi 140 kalori, tetapi nilai itu dijamin tidak berpengaruh apa-apa terhadap rasa lapar. Tanpa nutrisi, ia cuma meningkatkan kadar gula darah dan menumpuk glukosa. Bila tak dibakar gula menjadi lemak menambah bobot tubuh dan ujungnya menyebabkan obesitas.
Jika berpikir soda diet lebih baik, sebaiknya harus dipikirkan ulang. Baik soda diet dan soda reguler sama-sama terbukti berdasar berberapa riset, bisa menyebabkan diabetes tipe 2.