home global news

Jokowi Respons Kunjungan 5 Nahdliyin ke Israel: Indonesia Selalu Ikut Laksanakan Ketertiban Dunia

Rabu, 17 Juli 2024 - 12:00 WIB
Presiden Jokowi didampingi Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf.Foto/dok
Presiden RI Joko Widodo merespons lima Nahdliyin yang berkunjung ke Israel dan menemui Presiden Isaac Hezrog. Diketahui, kunjungan lima Nahdliyin itu menuai banyak kecaman dan keberangkatan mereka menemui Isaac Hezrog atas inisiatif pribadi tanpa izin dari organisasi NU.

Saat ditanya wartawan soal kunjungan lima Nahdliyin itu ke Israel, Presiden Jokowi menyerahkan sepenuhnya urusan tersebut ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Jokowi juga menyerukan pembelaannya terhadap rakyat Palestina atas agresi Israel yang dilakukan sejak Oktober 2023 lalu. Keberpihakan kepada Palestina itu merupakan bagian dari amanah UUD 1945.

Baca juga:Ketum PBNU Minta Maaf Atas Kunjungan Lima Warga Nahdhiyin Bertemu Presiden Israel

“Ya ditanyakan saja ke PBNU. Indonesia akan selalu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Itu yang terus kita pegang,” kata Presiden Jokowi sebelum berangkat ke Uni Emirat Arab dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dikutip NU Online dari Kanal Youtube Sekretariat Presiden Selasa (16/7/2024).

Permohonan maaf dan sanksi organisasi Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi akibat kunjungan lima Nahdliyin ke Israel. Gus Yahya juga meminta agar masyarakat bersedia memaafkan kelima orang tersebut.

"Apa pun yang terjadi, saya sebagai Ketua Umum PBNU, saya mohon maaf atas kesalahan yang diperbuat oleh teman-teman NU ini dan saya juga memohonkan maaf untuk mereka kepada masyarakat luas, mudah-mudahan bersedia memaafkan dan mudah-mudahan tidak berulang kembali," kata Gus Yahya saat konferensi pers di lantai 1 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Selasa (16/7/2024).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya