Adidas Hadapi Masalah Besar Karena Mengeluarkan Model Bella Hadid Dari Kampanye Sepatu Kets
Tim langit 7
Sabtu, 20 Juli 2024 - 07:26 WIB
Model Amerika Bella Hadid dalam kampanye untuk sepatu olahraga Adidas SL72 yang diluncurkan kembali. (Adidas)
LANGIT7.ID-London; Adidas pada hari Jumat mengeluarkan model Amerika Bella Hadid dari kampanye iklan sepatu kets yang dikaitkan dengan Olimpiade Munich 1972 yang sudah lewat, menyusul kritik dari kelompok pro-Israel.
Perusahaan pakaian olahraga Jerman tersebut meminta maaf atas “kekecewaan dan kerumitan" yang disebabkan oleh pemilihan Hadid, karena ayahnya model cantik ini adalah orang Palestina. Hadid dipilih Adidas sebagai model sepatu olahraga SL72 yang baru saja diluncurkan kembali. Versi asli alas kaki ini sebenarnya dibuat untuk Olimpiade 1972 yang sudah lewat, di mana 11 atlet Israel dan seorang polisi Jerman pada waktu itu, diduga dibunuh oleh kelompok militan Palestina.
Peluncuran kembali sepatu tersebut pekan lalu menuai kritik dari pemerintah Israel, dalam pesan yang diposting di platform media sosial X, dan beberapa kelompok Yahudi. Mereka mempertanyakan keputusan Adidas tetap memilih Hadid untuk mengiklankan sepatu yang awalnya dikaitkan dengan peristiwa yang menewaskan beberapa warga Israel.
Adidas mengatakan akan “merevisi” kampanyenya dan menambahkan: “Kami sadar bahwa ada kaitan dengan peristiwa sejarah yang tragis, meskipun hal ini sama sekali tidak disengaja, dan kami meminta maaf atas kekecewaan atau kesusahan yang ditimbulkan.”
Hadid telah berulang kali melontarkan komentar publik yang kritis terhadap pemerintah Israel dan mendukung Palestina selama bertahun-tahun. Dalam postingan Instagram tertanggal 23 Oktober tahun lalu, dia menggambarkan kampanye militer yang diluncurkan oleh otoritas Israel setelah serangan 7 Oktober sebagai “pemboman paling intens dalam sejarah Gaza,” dan menyesali hilangnya nyawa warga Palestina yang tidak bersalah.
“Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih AS dengan berbahaya mengatakan bahwa Israel ‘tidak mempunyai alasan apapun’ dan bahwa mereka ‘tidak memiliki garis merah’. Kehidupan orang-orang yang tidak bersalah harus selalu dibenarkan atas nama kemanusiaan,” tambahnya.
Israel telah sepenuhnya mematikan telekomunikasi dan listrik di Gaza. Warga sipil yang terluka saat ini tidak dapat memanggil ambulans. Petugas medis memohon kepada wartawan untuk memberi tahu mereka di mana pemboman terjadi, namun wartawan juga tidak mengetahuinya karena pemadaman internet. Masyarakat Gaza tidak punya tempat tujuan. Anak-anak banyak yang collaps."
Perusahaan pakaian olahraga Jerman tersebut meminta maaf atas “kekecewaan dan kerumitan" yang disebabkan oleh pemilihan Hadid, karena ayahnya model cantik ini adalah orang Palestina. Hadid dipilih Adidas sebagai model sepatu olahraga SL72 yang baru saja diluncurkan kembali. Versi asli alas kaki ini sebenarnya dibuat untuk Olimpiade 1972 yang sudah lewat, di mana 11 atlet Israel dan seorang polisi Jerman pada waktu itu, diduga dibunuh oleh kelompok militan Palestina.
Peluncuran kembali sepatu tersebut pekan lalu menuai kritik dari pemerintah Israel, dalam pesan yang diposting di platform media sosial X, dan beberapa kelompok Yahudi. Mereka mempertanyakan keputusan Adidas tetap memilih Hadid untuk mengiklankan sepatu yang awalnya dikaitkan dengan peristiwa yang menewaskan beberapa warga Israel.
Adidas mengatakan akan “merevisi” kampanyenya dan menambahkan: “Kami sadar bahwa ada kaitan dengan peristiwa sejarah yang tragis, meskipun hal ini sama sekali tidak disengaja, dan kami meminta maaf atas kekecewaan atau kesusahan yang ditimbulkan.”
Hadid telah berulang kali melontarkan komentar publik yang kritis terhadap pemerintah Israel dan mendukung Palestina selama bertahun-tahun. Dalam postingan Instagram tertanggal 23 Oktober tahun lalu, dia menggambarkan kampanye militer yang diluncurkan oleh otoritas Israel setelah serangan 7 Oktober sebagai “pemboman paling intens dalam sejarah Gaza,” dan menyesali hilangnya nyawa warga Palestina yang tidak bersalah.
“Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih AS dengan berbahaya mengatakan bahwa Israel ‘tidak mempunyai alasan apapun’ dan bahwa mereka ‘tidak memiliki garis merah’. Kehidupan orang-orang yang tidak bersalah harus selalu dibenarkan atas nama kemanusiaan,” tambahnya.
Israel telah sepenuhnya mematikan telekomunikasi dan listrik di Gaza. Warga sipil yang terluka saat ini tidak dapat memanggil ambulans. Petugas medis memohon kepada wartawan untuk memberi tahu mereka di mana pemboman terjadi, namun wartawan juga tidak mengetahuinya karena pemadaman internet. Masyarakat Gaza tidak punya tempat tujuan. Anak-anak banyak yang collaps."