home sports

Milklife Soccer Challenge, Gagasan Brilian Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yang Berhijab Pun Merasa Tertantang

Kamis, 25 Juli 2024 - 08:00 WIB
Milklife Soccer Challenge, Gagasan Brilian Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yang Berhijab Pun Merasa Tertantang
LANGIT7.ID-Jakarta; Tournamen Sepakbola Putri KU 10 & KU 12 Milklife Soccer Challenge, yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation patut diapresiasi. Apa yang dilakukan Djarum ini adalah breakthrough. Juga menjadi karya nyata yang brilian. Juga sebuah pengorbanan besar yang sangat nyata. Messagenya jelas: melahirkan talenta talenta sepakbola putri agar bisa membangun prestasi demi menaikkan derajat Indonesia di pentas dunia.

Meski tournament sepakbola putri KU 10 & KU 12 baru digelar di delapan kota (Kudus, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Solo, Jakarta, Tangerang dan Semarang), tetapi gaungnya benar-benar menggema. Antusias dunia pendidikan di tingkat SD maupun MI (Madrasyah Ibtidaiyah), baik kalangan guru maupun siswinya benar-benar menggelora. Mereka ternyata menyambut dengan gembira. Karena ada ruang baru yang luas dan besar yang dijadikan ajang membangun talenta-telenta anak didik yang dimulai dari tingkat SD-MI. Mereka merasa punya harapan.

Dengan adanya tournament sepak bola putri, para siswi yang memiliki talenta di bidang sepakbola merasa punya harapan besar. Ini bak gayung bersambut. Dunia pendidikan yang sangat merindukan tournament seperti sepakbola putri, Bakti Olahraga Djarum Foundation hadir mewujudkan harapan besar mereka.

Apa yang dilakukan Bahkti Olahraga Djarum Foundation ini, bukan sekadar penyelenggaraan event tournamen. Namun, Bakti Olahraga Djarum memulai dengan menggelar milklife soccer coaching clinic dengan memberikan pelatihan kepada guru olahraga SD dan MI tentang ilmu dasar sepakbola. Pelatihnya pun tidak main-main. Pelatihnya Coach Timo Scheunemann yang sudah memiliki lisensi kepelatihan UEFA A di Koeln, Jerman.

Usai coaching clinic, pembinaan dilanjutkan dengan pelatihan di sekolah hingga digelarnya tournament Milklife Soccer Challenge sebagai bentuk evaluasi hasil pelatihan.

Hasilnya memang luar biasa. Para guru dan siswi-siswinya memiliki semangat yang luar biasa. Ini bisa terlihat dengan jelas dalam tournament, bagaimana kemampuan talenta sepakbola putri ini tergambar dalam permainan. Mulai dari individual skill yang terliat saat dribbling, passing control, shoot on target dan umpan-umpan pendek yang dilakukan antar pemain memberikan kesan bahwa mereka sudah menjadi bibit yang jadi. Ibarat tanaman, bibit yang sudah jadi ini, tinggal di tanam dan dirawat dengan baik. Dalam kurun tertentu akan memberikan hasil yang baik. Maka, proses perawatan ini tidak boleh putus. Tetapi melihat track record Bakti Olahraga Djarum Foundation, tidak perlu diragukan. Apa yang sudah dilakukan memberikan bukti nyata. Bukan saja kepada individu-individu, tetapi kepada negara yang mengharumkan nama bangsa.

Beberapa guru yang berhasil di interview langit7.id, menyatakan sangat senang dengan prakarsa Bakti Olahraga Djarum Foundation. Mohamad Hidayat, guru SDN 2 Jambean Pati, Jawa Tengah, menyatakan, milklife soccer challenge menjadi ajang yang sangat produktif dalam merancang pembibitan atlit-atlit sepakbola putri di masa depan. “Saya yakin, sepakbola putri akan maju pesat melalui milklife soccer challenge ini,” ujar Hidayat. Ia pun yakin, Indonesia ke depan sepakbola putrinya akan bisa bersaing dengan negara-negara lain.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya