Geger Muhammadiyah Resmi Terima Tawaran Kelola Tambang, Prof Mu’ti Langsung Angkat Bicara
Tim langit 7
Kamis, 25 Juli 2024 - 20:06 WIB
Geger Muhammadiyah Resmi Terima Tawaran Kelola Tambang, Prof Muti Langsung Angkat Bicara
LANGIT7.ID-Jakarta; Geger info Muhammadiyah sudah secara resmi menerima tawaran pengelolaan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) dari pemerintah, Sekretaris Pimipinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Mu’ti MA langsung angkat bicara.
Melalui postingannya di akun instagramnya, Prof Mu’ti menjelaskan bahwa terkait dengan pengelolaan tambah oleh Muhammadiyah ada dua hal. Pertama, ada penawaran oleh pemerintah melalui Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadilla yang disampaikan yang disampaikan dalam rapat pleno PP Muhammadiyah 13 Juli 2024. Meskipun belum disampaikan secara resmi lokasi tambang bagi Muhammadiyah.
Kedua; PP Muhammadiyah telah membahas penawaran tersebut dalam pleno 13 Juli. Keputusan resmi pengelolaan tambang oleh PP Muhammadiyah akan disampaikan secara resmi setelah konsolidasi nasional yang insya Allah dilaksanakan 27-28 Juli di Universitas Aisyiyah Jogjakarta.
Postingan Prof Mukti tersebut langsung mendapatkan banyak komentar. Yang mengatasnamakan akun@namaku_fajar bereaksi,”Mohon maaf ayahanda, juju raku kaget dan kecewa kenapa bisa seperti ini. Padahal kalau dilihat dari konflik agrarian yang disebabkan oleh tambang itupun sangatlah banyak tetapi kenapa malahan justru Muhammadiyah menerima tawaran seperti itu.”
Akun @brylianard bereaksi,”Akan sangat memalukan dan menyakiti hati warga persyarikatan jika PPM menerima tawaran tersebut.”
Akun@mase_joe bereaksi,” apa urgensi Muhammadiyah mau jadi penambang? Dibanding stigma penambang sebagai perusak alam dan penyebab bencana.”
Namun ada pula akun@Wahyupripati bereaksi mendukung,”Saya mendukung Muhammadiyah apabila mengelola tambang, karena saya yakin kader-kadernya bisa mengelola dengann. Baik dengan memperhatikan kondisi sekitar. Dukung NU dan MU untuk mengelola tambang.”
Melalui postingannya di akun instagramnya, Prof Mu’ti menjelaskan bahwa terkait dengan pengelolaan tambah oleh Muhammadiyah ada dua hal. Pertama, ada penawaran oleh pemerintah melalui Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadilla yang disampaikan yang disampaikan dalam rapat pleno PP Muhammadiyah 13 Juli 2024. Meskipun belum disampaikan secara resmi lokasi tambang bagi Muhammadiyah.
Kedua; PP Muhammadiyah telah membahas penawaran tersebut dalam pleno 13 Juli. Keputusan resmi pengelolaan tambang oleh PP Muhammadiyah akan disampaikan secara resmi setelah konsolidasi nasional yang insya Allah dilaksanakan 27-28 Juli di Universitas Aisyiyah Jogjakarta.
Postingan Prof Mukti tersebut langsung mendapatkan banyak komentar. Yang mengatasnamakan akun@namaku_fajar bereaksi,”Mohon maaf ayahanda, juju raku kaget dan kecewa kenapa bisa seperti ini. Padahal kalau dilihat dari konflik agrarian yang disebabkan oleh tambang itupun sangatlah banyak tetapi kenapa malahan justru Muhammadiyah menerima tawaran seperti itu.”
Akun @brylianard bereaksi,”Akan sangat memalukan dan menyakiti hati warga persyarikatan jika PPM menerima tawaran tersebut.”
Akun@mase_joe bereaksi,” apa urgensi Muhammadiyah mau jadi penambang? Dibanding stigma penambang sebagai perusak alam dan penyebab bencana.”
Namun ada pula akun@Wahyupripati bereaksi mendukung,”Saya mendukung Muhammadiyah apabila mengelola tambang, karena saya yakin kader-kadernya bisa mengelola dengann. Baik dengan memperhatikan kondisi sekitar. Dukung NU dan MU untuk mengelola tambang.”