home global news

Tragedi Dataran Tinggi Golan: Ketika Perang Menghantam Komunitas Druze

Selasa, 30 Juli 2024 - 07:38 WIB
Tragedi Dataran Tinggi Golan: Ketika Perang Menghantam Komunitas Druze
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Bagi banyak anggota komunitas Druze di Dataran Tinggi Golan yang sedang berkabung atas tewasnya 12 remaja akibat serangan rudal pada akhir pekan lalu, pembantaianini menjadi kejutan besar. Meskipun selama berbulan-bulan terjadi tembakan roket dan serangan udara harian antara Israel dan Lebanon selatan.

Bahkan ketika roket-roket beterbangan di tempat lain, komunitas ini merasa cukup aman, kata Raya Fakher Aldeen, penduduk Majdal Shams, desa Druze tempat anak-anak dan remaja sedang bermain sepak bola saat rudal mendarat pada hari Sabtu.

"Ini mengejutkan karena selama sembilan bulan terakhir, bahkan ketika sirene berbunyi, kami tidak pernah merasa menjadi target," katanya.

Israel menuduh kelompok Lebanon yang didukung Iran, Hizbullah, melakukan serangan tersebut. Pada hari Senin, selama kunjungan ke Majdal Shams, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berjanji akan memberikan "respons keras".

Hizbullah membantah membunuh para remaja itu, tetapi mengatakan telah meluncurkan serangan terhadap apa yang disebutnya sebagai target militer di daerah-daerah dekat Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Sebagai bagian dari minoritas Arab yang tersebar di Israel, Lebanon, Yordania, Suriah, dan Dataran Tinggi Golan, kaum Druze yang mempraktikkan bentuk Islam tertentu, menempati posisi khusus dalam politik rumit kawasan ini.

Tidak seperti kebanyakan warga Palestina Israel, banyak orang Druze di Israel bertugas di militer dan kepolisian, termasuk selama perang di Gaza, dan beberapa di antaranya telah mencapai pangkat tinggi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya