home sports

Revolusi Transfer Sepak Bola: Dari Ratusan Pound Hingga Ratusan Juta

Ahad, 04 Agustus 2024 - 19:39 WIB
Revolusi Transfer Sepak Bola: Dari Ratusan Pound Hingga Ratusan Juta
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dunia sepak bola telah menyaksikan perubahan drastis dalam nilai transfer pemain sejak akhir abad ke-19. Evolusi ini mencerminkan pertumbuhan luar biasa industri sepak bola global, dengan harga pemain melonjak dari ratusan pound menjadi ratusan juta.

Awal mula revolusi transfer dimulai pada 1893 ketika Willie Groves berpindah ke Aston Villa seharga 100 pound. Angka ini, yang kini setara dengan sekitar 2 juta rupiah, menandai titik awal perjalanan panjang inflasi harga pemain.

Memasuki pertengahan abad ke-20, nilai transfer mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Omar Sivori mencatatkan rekor 93 ribu pound pada 1957, diikuti Luis Suarez dengan 152 ribu pound di tahun 1961. Johan Cruyff kemudian menggemparkan dunia sepak bola dengan transfer senilai 922 ribu pound pada 1973.

Era 1970-an menyaksikan terobosan baru saat Giuseppe Savoldi menjadi pemain pertama yang menembus angka 1 juta pound. Momentum ini berlanjut ke dekade berikutnya dengan Ruud Gullit (6 juta pound) dan Roberto Baggio (8 juta pound) memecahkan rekor berturut-turut.

Pergantian milenium membawa lonjakan dramatis dalam pasar transfer. Luis Figo mengejutkan publik dengan transfer 37 juta pound pada 2000, diikuti Zinedine Zidane setahun kemudian dengan 46,6 juta pound. Cristiano Ronaldo kemudian memecahkan rekor lagi pada 2009 dengan transfer 80 juta pound ke Real Madrid.

Paul Pogba sempat memegang titel pemain termahal dunia pada 2016 saat kembali ke Manchester United seharga 89 juta pound. Namun, setahun kemudian, Neymar mengubah lanskap transfer dengan kepindahan fantastis yang menembus angka ratusan juta ke Paris Saint Germain (PSG) dari Barcelona.

Revolusi harga transfer ini tak lepas dari perkembangan pesat industri sepak bola. Peningkatan pendapatan klub dari hak siar televisi, sponsor, dan penjualan merchandise telah mendorong inflasi harga pemain ke level yang tak terbayangkan beberapa dekade lalu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya