Strategi Licik Israel? Abbas: Pembunuhan Pemimpin Hamas Bertujuan Memperpanjang Konflik Gaza
Nabil
Selasa, 06 Agustus 2024 - 07:08 WIB
Strategi Licik Israel? Abbas: Pembunuhan Pemimpin Hamas Bertujuan Memperpanjang Konflik Gaza
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, dimaksudkan untuk memperpanjang konflik di Gaza dan akan mempersulit pembicaraan penyelesaian krisis, kata Presiden Palestina Mahmoud Abbas kepada kantor berita RIA Rusia dalam pernyataan yang dipublikasikan pada hari Selasa.
"Tidak diragukan lagi bahwa tujuan pembunuhan Bapak Haniyeh adalah untuk memperpanjang perang dan memperluas cakupannya," kata Abbas seperti dikutip RIA.
"Hal ini akan berdampak negatif pada negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri agresi dan menarik pasukan Israel dari Gaza."
Haniyeh dibunuh di ibu kota Iran, Tehran, pekan lalu. Serangan ini memicu ancaman pembalasan terhadap Israel dan menambah kekhawatiran bahwa konflik di Gaza berubah menjadi perang yang lebih luas di Timur Tengah.
"Kami menganggap ini sebagai tindakan pengecut dan perkembangan berbahaya dalam politik Israel," kata Abbas dalam pernyataan yang dipublikasikan dalam bahasa Rusia oleh kantor berita RIA.
"Pihak berwenang pendudukan Israel diharuskan untuk meninggalkan ambisi mereka dan menghentikan tindakan agresif terhadap rakyat dan perjuangan kami, mematuhi hukum internasional dan menerapkan Inisiatif Perdamaian Arab, serta gencatan senjata segera dan berkelanjutan serta penarikan pasukan dari Jalur Gaza."
"Tidak diragukan lagi bahwa tujuan pembunuhan Bapak Haniyeh adalah untuk memperpanjang perang dan memperluas cakupannya," kata Abbas seperti dikutip RIA.
"Hal ini akan berdampak negatif pada negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri agresi dan menarik pasukan Israel dari Gaza."
Haniyeh dibunuh di ibu kota Iran, Tehran, pekan lalu. Serangan ini memicu ancaman pembalasan terhadap Israel dan menambah kekhawatiran bahwa konflik di Gaza berubah menjadi perang yang lebih luas di Timur Tengah.
"Kami menganggap ini sebagai tindakan pengecut dan perkembangan berbahaya dalam politik Israel," kata Abbas dalam pernyataan yang dipublikasikan dalam bahasa Rusia oleh kantor berita RIA.
"Pihak berwenang pendudukan Israel diharuskan untuk meninggalkan ambisi mereka dan menghentikan tindakan agresif terhadap rakyat dan perjuangan kami, mematuhi hukum internasional dan menerapkan Inisiatif Perdamaian Arab, serta gencatan senjata segera dan berkelanjutan serta penarikan pasukan dari Jalur Gaza."
(lam)