home global news

Dubes Lutfi Bertemu Pengusaha Sultra Bahas Akses Pasar Ekspor ke Mesir

Selasa, 06 Agustus 2024 - 14:49 WIB
Dubes Lutfi Bertemu Pengusaha Sultra Bahas Akses Pasar Ekspor ke Mesir
LANGIT7.ID- Kendari; Setelah memberikan kuliah umum dengan mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Halu Oleo, Duta Besar RI untuk Mesir, Dr. (H.C.) Lutfi Rauf menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha di Kendari, Selasa (5/8/2024).

Dubes yang didampingi Atase Perdagangan KBRI Kairo, M. Syahran Bhakti S, dan Analis Perdagangan Ahli Madya, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, Hamidi bertemu para pelaku usaha ini untuk membahas produk hasil pertanian dan produk perikanan dan hasil laut.

Pertemuan yang dilakukan di Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Prov. Sulawesi Tenggara di Kendari ini, Dubes banyak mendapat masukan dan informasi penting tentang produk produk lokal yang berpotensi ekspor ke Mesir.

Plt.Kepala Dinas Perindag Sulawesi Tenggara, Dr. Muhammad Fitrah Arsyad, SE. M.Si dalam sambutannya menuturkan, sektor perikanan dan kelautan rutin menjadi komoditas yang diekspor dari wilayah ini diantaranya ikan kakap, tuna, gurita, udang, serta kepiting bakau. Selain itu ada produk mete, lada, pala, biji kopi dan briket arang batok kelapa. Kadis Perindag mengharapkan adanya akses pasar yang lebih luas untuk produk Sultra masuk ke Pasar Mesir.

Dubes RI untuk Mesir, Lutfi Rauf menerangkan, penduduk Mesir saat ini mencapai 110 juta jiwa dan mengimpor lebih dari 80 persen kebutuhan produk pangannya dari dunia diantaranya minyak goreng, minyak nabati, margarin, kelapa dan olahannya, kopi, teh, rempah-rempah dan produk pangan lainnya. Produk Indonesia mendominasi pangsa pasar Mesir sebesar 1,85 persen dan beberapa produk komoditas pangan Indonesia menjadi primadona di peringkat pertama.

Dubes Lutfi melanjutkan, peningkatan nilai ekspor Indonesia ke Mesir dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah pembebasan bea masuk untuk beberapa produk seperti biji kopi, minyak sawit dan turunannya, bea masuk 2 persen untuk seluruh produk rempah-rempah, dan 5 persen untuk produk perikanan dan hasil laut. Keringanan tarif ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memberi akses pasar produk Indonesia khususnya Sultra masuk ke Pasar Mesir.

Atase Perdagangan, M. Syahran Bhakti S menambahkan, produk Indonesia disukai di Mesir karena harga bersaing dan terjangkau oleh buyer potensial Mesir. "Bagi buyer Mesir, yang penting harga ketemu, seberapapun jumlah produk yang kita tawarkan," ungkap Syahran.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya