Musuh Nomor Satu Israel Kini Jadi Pemimpin Tertinggi Hamas
Nabil
Rabu, 07 Agustus 2024 - 06:18 WIB
Musuh Nomor Satu Israel Kini Jadi Pemimpin Tertinggi Hamas
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Hamas telah menunjuk pemimpin Gaza mereka, Yahya Sinwar, sebagai penerus mantan kepala politik Ismail Haniyeh, yang tewas dalam pembunuhan di Tehran pekan lalu, demikian diumumkan kelompok tersebut pada hari Selasa.
Israel menuduh Sinwar sebagai salah satu dalang serangan 7 Oktober terhadap Israel, menjadikannya salah satu militan paling dicari Israel.
Sinwar telah bersembunyi di Gaza, menentang upaya Israel untuk membunuhnya sejak awal perang pada Oktober lalu.
"Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengumumkan pemilihan pemimpin Yahya Sinwar sebagai kepala biro politik gerakan," demikian pernyataan dari kelompok tersebut.
Beberapa menit setelah pengumuman, sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, menyatakan telah menembakkan serangkaian roket dari Jalur Gaza ke arah Israel.
AFP mengutip seorang pejabat senior Hamas yang mengatakan bahwa dengan memilih Sinwar, kelompok tersebut mengirim "pesan kuat kepada pendudukan (Israel) bahwa Hamas melanjutkan jalan perlawanannya."
"Pembunuhan Haniyeh, yang percaya pada pencapaian gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan, membuat Hamas memilih pemimpin yang mengelola pertempuran dan perlawanan terhadap musuh," tambah pejabat tersebut.
Israel menuduh Sinwar sebagai salah satu dalang serangan 7 Oktober terhadap Israel, menjadikannya salah satu militan paling dicari Israel.
Sinwar telah bersembunyi di Gaza, menentang upaya Israel untuk membunuhnya sejak awal perang pada Oktober lalu.
"Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengumumkan pemilihan pemimpin Yahya Sinwar sebagai kepala biro politik gerakan," demikian pernyataan dari kelompok tersebut.
Beberapa menit setelah pengumuman, sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, menyatakan telah menembakkan serangkaian roket dari Jalur Gaza ke arah Israel.
AFP mengutip seorang pejabat senior Hamas yang mengatakan bahwa dengan memilih Sinwar, kelompok tersebut mengirim "pesan kuat kepada pendudukan (Israel) bahwa Hamas melanjutkan jalan perlawanannya."
"Pembunuhan Haniyeh, yang percaya pada pencapaian gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan, membuat Hamas memilih pemimpin yang mengelola pertempuran dan perlawanan terhadap musuh," tambah pejabat tersebut.