SUGBK Siap Jadi Benteng Skuad Garuda: Duel Seru Indonesia vs Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Tim langit 7
Rabu, 07 Agustus 2024 - 14:02 WIB
SUGBK Siap Jadi Benteng Skuad Garuda: Duel Seru Indonesia vs Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Gemuruh suara ribuan suporter akan segera memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta. Pertandingan panas antara Timnas Indonesia dan Australia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia kini resmi dipindahkan ke venue ikonik ini. Keputusan ini diambil dengan harapan memberi dukungan maksimal bagi Skuad Garuda dalam menghadapi tantangan berat di Grup C.
Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif PSSI, mengungkapkan alasan di balik perpindahan venue ini. "Kami ingin memberikan ruang besar kepada suporter. SUGBK bisa menampung hingga 65-75 ribu penonton," jelasnya, dikutip Rabu (7/8/2024).
Dibandingkan dengan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya yang hanya mampu menampung 45 ribu orang, SUGBK menawarkan kapasitas hampir dua kali lipat.
Perpindahan ini bukan tanpa drama. Awalnya, laga ini dijadwalkan berlangsung di GBT pada 10 September 2024. Namun, pertimbangan keamanan terkait kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia memaksa PSSI untuk mengevaluasi ulang pilihan venue.
Shin Tae-yong dan anak asuhnya kini menghadapi tantangan berat di Grup C. Selain Australia, mereka harus berhadapan dengan tim-tim kuat seperti Arab Saudi, Bahrain, China, dan Jepang. Dukungan puluhan ribu "pemain ke-12" di SUGBK diharapkan bisa menjadi senjata rahasia Timnas Indonesia.
Laga perdana Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia akan digelar pada 5 September 2024, melawan Arab Saudi di kandang lawan. Lima hari berselang, giliran Australia yang akan bertandang ke Jakarta, menghadapi atmosfer panas SUGBK.
Arya berharap tribun SUGBK akan dipenuhi suporter sesuai kapasitas tiket yang dijual. "Kami harapkan makin banyak orang yang berpartisipasi," ujarnya, menekankan pentingnya dukungan masif untuk membakar semangat para pemain Timnas Indonesia.
Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif PSSI, mengungkapkan alasan di balik perpindahan venue ini. "Kami ingin memberikan ruang besar kepada suporter. SUGBK bisa menampung hingga 65-75 ribu penonton," jelasnya, dikutip Rabu (7/8/2024).
Dibandingkan dengan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya yang hanya mampu menampung 45 ribu orang, SUGBK menawarkan kapasitas hampir dua kali lipat.
Perpindahan ini bukan tanpa drama. Awalnya, laga ini dijadwalkan berlangsung di GBT pada 10 September 2024. Namun, pertimbangan keamanan terkait kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia memaksa PSSI untuk mengevaluasi ulang pilihan venue.
Shin Tae-yong dan anak asuhnya kini menghadapi tantangan berat di Grup C. Selain Australia, mereka harus berhadapan dengan tim-tim kuat seperti Arab Saudi, Bahrain, China, dan Jepang. Dukungan puluhan ribu "pemain ke-12" di SUGBK diharapkan bisa menjadi senjata rahasia Timnas Indonesia.
Laga perdana Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia akan digelar pada 5 September 2024, melawan Arab Saudi di kandang lawan. Lima hari berselang, giliran Australia yang akan bertandang ke Jakarta, menghadapi atmosfer panas SUGBK.
Arya berharap tribun SUGBK akan dipenuhi suporter sesuai kapasitas tiket yang dijual. "Kami harapkan makin banyak orang yang berpartisipasi," ujarnya, menekankan pentingnya dukungan masif untuk membakar semangat para pemain Timnas Indonesia.