Pemerintahan Biden Kembali Jual Senjata ke Arab Saudi
Nabil
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 08:34 WIB
Pemerintahan Biden Kembali Jual Senjata ke Arab Saudi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Jumat lalu, Amerika Serikat menegaskan kembali keputusannya untuk melanjutkan penjualan senjata ofensif ke Arab Saudi. Ini merupakan hasil dari membaiknya hubungan kedua negara dan perubahan kebijakan awal pemerintahan Biden terhadap negara-negara Teluk.
Sebelumnya, pemerintahan Biden membekukan penjualan senjata ke Riyadh dan negara Teluk lainnya. Alasannya? Dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan tuduhan terkait perang berkepanjangan di Yaman antara pemerintah yang diakui internasional dan pemberontak Houthi yang didukung Iran.
Seorang pejabat senior pemerintahan Biden menjelaskan bahwa pembekuan penjualan senjata ofensif tertentu, sambil tetap menjual sistem pertahanan diri ke Arab Saudi, merupakan bagian dari upaya mengakhiri perang.
"Kami selalu menegaskan bahwa pembekuan senjata tertentu bersifat kondisional dan tergantung kebijakan Arab Saudi terhadap Yaman," ujar pejabat tersebut kepada Al Arabiya English.
Setelah perundingan damai yang dimediasi PBB antara pemerintah Yaman dan Houthi, serangan lintas batas Houthi ke Arab Saudi sebagian besar berhenti. Arab Saudi sendiri telah berupaya mengurangi korban sipil dalam operasi militer terhadap target Houthi selama bertahun-tahun, bahkan sebelum pemerintahan Biden berkuasa.
"Jadi, Arab Saudi telah memenuhi kesepakatan mereka, dan kami siap memenuhi kesepakatan kami, mengembalikan kasus-kasus ini ke prosedur normal melalui pemberitahuan dan konsultasi Kongres yang sesuai," tambah pejabat senior tersebut.
"Selama periode ini, Arab Saudi tetap menjadi mitra strategis dekat Amerika Serikat, dan kami berharap dapat lebih meningkatkan kemitraan tersebut."
Sebelumnya, pemerintahan Biden membekukan penjualan senjata ke Riyadh dan negara Teluk lainnya. Alasannya? Dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan tuduhan terkait perang berkepanjangan di Yaman antara pemerintah yang diakui internasional dan pemberontak Houthi yang didukung Iran.
Seorang pejabat senior pemerintahan Biden menjelaskan bahwa pembekuan penjualan senjata ofensif tertentu, sambil tetap menjual sistem pertahanan diri ke Arab Saudi, merupakan bagian dari upaya mengakhiri perang.
"Kami selalu menegaskan bahwa pembekuan senjata tertentu bersifat kondisional dan tergantung kebijakan Arab Saudi terhadap Yaman," ujar pejabat tersebut kepada Al Arabiya English.
Setelah perundingan damai yang dimediasi PBB antara pemerintah Yaman dan Houthi, serangan lintas batas Houthi ke Arab Saudi sebagian besar berhenti. Arab Saudi sendiri telah berupaya mengurangi korban sipil dalam operasi militer terhadap target Houthi selama bertahun-tahun, bahkan sebelum pemerintahan Biden berkuasa.
"Jadi, Arab Saudi telah memenuhi kesepakatan mereka, dan kami siap memenuhi kesepakatan kami, mengembalikan kasus-kasus ini ke prosedur normal melalui pemberitahuan dan konsultasi Kongres yang sesuai," tambah pejabat senior tersebut.
"Selama periode ini, Arab Saudi tetap menjadi mitra strategis dekat Amerika Serikat, dan kami berharap dapat lebih meningkatkan kemitraan tersebut."