Gagas Program Etalase Toga, Ubaya dan UPN Latih Warga Mojokerto Budidaya Tanaman Organik
Tim langit 7
Rabu, 14 Agustus 2024 - 08:00 WIB
Salah satu kegiatan budidaya tanaman organik yang merupakan program bersama Ubaya dan UPN Veteran Jawa Timur.Foto/ist
Desa Tanjungan merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto. Desa ini memiliki potensi besar berupa wisata alam yang cukup terkenal yaitu Ekowisata Waduk Tanjungan, berupa waduk dan hutan.
Saat ini kunjungan wisatawan ke Ekowisata Waduk Tanjungan cukup tinggi, rata-rata 1.000 orang pengunjung per bulan.
Sebagai desa yang mempunyai obyek wisata berbasis lingkungan dan budaya, dapat menjadi daya tarik Desa Tanjungan dan bisa menciptakan efek ganda pada aspek ekonomi.
Adanya obyek wisata tersebut memberi dampak munculnya usaha kreatif baik kuliner maupun kerajinan untuk pembuatan souvenir, dan lain-lain. Sayangnya masyarakat desa belum mampu memanfaatkan potensi secara optimal.
Baca juga:Prodi Biokewirausahaan UMMAD dan P3H Tandatangani MoU Pendampingan Proses Produk Halal
Berangkat dari kondisi ini, tim gabungan dari Universitas Surabaya (apt. Kartini, Ph.D., Dr. Idfi Setyaningrum, M.Si, dan Prof. Dr. Jatie K. Pudjibudojo, Psi.) serta Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (Dr. Ir. Ramdan Hidayat, M.S.) menggagas suatu program dengan judul “Etalase Tanaman Obat Keluarga sebagai Pilar Kemandirian Kesehatan Masyarakat Desa Tanjungan Kabupaten Mojokerto”.
Program yang akan dilaksanakan selama tiga tahun ke depan ini mendapat dukungan pembiayaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui skema hibah Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) dengan nomor kontrak 007/SPP-PPM/LPPM-02/Dikbudristek/FF/VI/2024.
Saat ini kunjungan wisatawan ke Ekowisata Waduk Tanjungan cukup tinggi, rata-rata 1.000 orang pengunjung per bulan.
Sebagai desa yang mempunyai obyek wisata berbasis lingkungan dan budaya, dapat menjadi daya tarik Desa Tanjungan dan bisa menciptakan efek ganda pada aspek ekonomi.
Adanya obyek wisata tersebut memberi dampak munculnya usaha kreatif baik kuliner maupun kerajinan untuk pembuatan souvenir, dan lain-lain. Sayangnya masyarakat desa belum mampu memanfaatkan potensi secara optimal.
Baca juga:Prodi Biokewirausahaan UMMAD dan P3H Tandatangani MoU Pendampingan Proses Produk Halal
Berangkat dari kondisi ini, tim gabungan dari Universitas Surabaya (apt. Kartini, Ph.D., Dr. Idfi Setyaningrum, M.Si, dan Prof. Dr. Jatie K. Pudjibudojo, Psi.) serta Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (Dr. Ir. Ramdan Hidayat, M.S.) menggagas suatu program dengan judul “Etalase Tanaman Obat Keluarga sebagai Pilar Kemandirian Kesehatan Masyarakat Desa Tanjungan Kabupaten Mojokerto”.
Program yang akan dilaksanakan selama tiga tahun ke depan ini mendapat dukungan pembiayaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui skema hibah Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) dengan nomor kontrak 007/SPP-PPM/LPPM-02/Dikbudristek/FF/VI/2024.