Olah Raga Malam Hari Boleh Kok, Asal Jangan Satu Ini
Muhammad rifai akif
Kamis, 09 September 2021 - 22:25 WIB
Seorang pria melakukan latihan fisik malam hari. Bila melakukan olah raga saat malam pastikan jangan mepet waktu tidur karena tubuh perlu waktu menurunkan metabolisme. Foto: Langit7.id/Istock
Menyoal waktu ideal latihan fisik sebenarnya tidak ada yang terbaik. Kapan saja bisa. Lakukan saat memiliki waktu luang di sela kegiatan yang padat, entah pagi, siang atau malam hari.
Kendati demikian, pastikan waktunya tidak mendekati jam tidur bila memilih berolah raga pada malam hari.
"Waspadai kalau malam hari, lihat waktu tidurnya. Bila tidur jam 10 malam, aktivitas olahraga maksimal berhenti jam 8 malam," kata Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), dr. Leny Pintowari, SpKO dalam webinar, Kamis (9/9/2021).
Itu lantaran tubuh butuh waktu untuk menurunkan metabolisme agar badan bisa beristirahat. Olah raga yang terlalu mepet dengan waktu tidur dapat mengganggu jadwal istirahat.
Dia menekankan pentingnya latihan fisik dan mengajak masyarakat untuk olah raga demi kebugaran tubuh , terutama di tengah pandemi COVID-19.
Dengan berolahraga, ujarnya, tekanan darah dapat menurun, begitu pula total lemak tubuh, hingga kecemasan dan depresi.
Olah raga juga berperan penting dalam meningkatkan kapasitas kardiorespirasi, kolesterol HDL, sensitivitas insulin yang membuat pengidap diabetes bisa hidup normal.
Kendati demikian, pastikan waktunya tidak mendekati jam tidur bila memilih berolah raga pada malam hari.
"Waspadai kalau malam hari, lihat waktu tidurnya. Bila tidur jam 10 malam, aktivitas olahraga maksimal berhenti jam 8 malam," kata Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), dr. Leny Pintowari, SpKO dalam webinar, Kamis (9/9/2021).
Itu lantaran tubuh butuh waktu untuk menurunkan metabolisme agar badan bisa beristirahat. Olah raga yang terlalu mepet dengan waktu tidur dapat mengganggu jadwal istirahat.
Dia menekankan pentingnya latihan fisik dan mengajak masyarakat untuk olah raga demi kebugaran tubuh , terutama di tengah pandemi COVID-19.
Dengan berolahraga, ujarnya, tekanan darah dapat menurun, begitu pula total lemak tubuh, hingga kecemasan dan depresi.
Olah raga juga berperan penting dalam meningkatkan kapasitas kardiorespirasi, kolesterol HDL, sensitivitas insulin yang membuat pengidap diabetes bisa hidup normal.