home global news

Presiden Universitas Columbia Mundur Pasca Protes Gaza

Kamis, 15 Agustus 2024 - 08:14 WIB
Presiden Universitas Columbia Mundur Pasca Protes Gaza
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Presiden Universitas Columbia, Minouche Shafik, mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Rabu, hampir empat bulan setelah menangani protes kampus terkait perang Israel di Gaza. Kepala universitas bergengsi di New York ini menyampaikan keputusannya melalui pernyataan yang disebarkan ke komunitas universitas.

Dalam pernyataannya, Shafik mengakui bahwa protes yang mengguncang kampus tahun ini, bersama dengan protes lainnya di seluruh dunia, menjadi faktor dalam keputusannya. "Ini juga merupakan periode pergolakan di mana sulit untuk mengatasi perbedaan pandangan di komunitas kita. Periode ini telah berdampak besar pada keluarga saya, seperti halnya pada orang lain di komunitas kita," ujar Shafik dalam email kepada staf dan mahasiswa.

Baca Juga: Blinken dan PM Qatar Peringatkan Semua Pihak untuk Tidak 'Merusak' Pembicaraan Gencatan Senjata Gaza

Ia menambahkan, "Selama musim panas, saya telah merenung dan memutuskan bahwa kepergian saya saat ini akan memungkinkan Columbia untuk menghadapi tantangan di masa depan dengan lebih baik."

Shafik ditunjuk sebagai presiden universitas tahun lalu dan menjadi wanita pertama yang menjabat posisi tersebut. Ia adalah salah satu dari beberapa wanita yang baru saja ditunjuk untuk memimpin institusi Ivy League.

Sebelumnya, Shafik memimpin London School of Economics dan sebelum itu bekerja di Bank Dunia, di mana ia naik pangkat menjadi wakil presiden termuda dalam sejarah bank tersebut. Shafik juga pernah bekerja di Departemen Pembangunan Internasional Inggris, diikuti dengan masa kerja di Dana Moneter Internasional dan Bank of England.

Ia meraih gelar master di London School of Economics dan gelar doktor di Universitas Oxford. Pada saat penunjukan Shafik, Ketua Dewan Pengurus Columbia, Jonathan Lavine, menggambarkannya sebagai pemimpin yang memahami dengan baik "dunia akademis dan dunia di luar itu."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya