LANGIT7.ID-, Jakarta- - Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Perdana Menteri Qatar pada Rabu memperingatkan semua pihak untuk tidak merusak pembicaraan gencatan senjata Gaza yang akan dibuka di negara Teluk tersebut. Peringatan terselubung ini ditujukan kepada Iran, Hamas, dan Israel.
Dalam percakapan telepon, Blinken dan Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani menegaskan bahwa "tidak ada pihak di kawasan yang boleh mengambil tindakan yang akan merusak upaya mencapai kesepakatan," menurut pernyataan Departemen Luar Negeri AS.
Baca Juga:
Presiden Otoritas Palestina Abbas dan Erdogan Bertemu Bahas Gencatan Senjata GazaKeduanya membahas "upaya meredakan ketegangan di kawasan dan pentingnya menyelesaikan gencatan senjata di Gaza," tambah pernyataan tersebut.
Blinken juga berbicara dengan diplomat utama Mesir pada hari Rabu. Dalam beberapa hari terakhir, ia juga berkonsultasi dengan Yordania, Arab Saudi, dan Turki, serta Israel.
Presiden Joe Biden pekan lalu bergabung dengan para pemimpin Mesir dan Qatar dalam mendesak agar pembicaraan dimulai pada hari Kamis untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama 10 bulan.
Inisiatif ini muncul setelah Biden merasa frustrasi dengan serangan Israel yang diduga ditujukan ke Iran yang menewaskan pemimpin politik Hamas, yang telah terlibat dalam negosiasi gencatan senjata.
Amerika Serikat sejak itu mendesak negara ulama Iran untuk tidak melakukan serangan balasan terhadap Israel seperti yang diancamkan.
Pemerintahan Biden juga menyatakan kemarahan atas tindakan menteri sayap kanan ekstrem Israel termasuk Itamar Ben-Gvir, yang dengan menantang memimpin doa pada hari Selasa di kompleks masjid Al-Aqsa yang menjadi titik api di Yerusalem.
(lam)