Menteri Luar Negeri Prancis: Gencatan Senjata di Gaza 'Penting' untuk Perdamaian Regional
Nabil
Jum'at, 16 Agustus 2024 - 07:29 WIB
Menteri Luar Negeri Prancis Stephane Sejourne bertemu dengan Perdana Menteri sementara Lebanon Najib Mikati di Beirut, Lebanon
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Stephane Sejourne, Menlu Prancis, menyatakan pada Kamis di Beirut bahwa gencatan senjata di Gaza sangat diperlukan demi perdamaian di kawasan, termasuk Lebanon. Pernyataan ini disampaikan saat pembicaraan damai kembali berlangsung di Qatar.
"Kita semua khawatir dengan situasi kawasan," ujar Sejourne usai bertemu Nabih Berri, Ketua Parlemen Lebanon yang juga sekutu kelompok Hizbullah.
Baca Juga: Presiden Palestina Abbas Beritahu Parlemen Turki Akan Kunjungi Gaza
Prancis "mendukung Lebanon, dan dalam konteks ini serta demi perdamaian regional, kami berharap adanya gencatan senjata di Jalur Gaza, yang akan menjadi kunci perdamaian di kawasan," tambahnya.
Hizbullah dan pasukan Israel telah saling melakukan serangan hampir setiap hari sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu yang memicu perang Gaza.
Ketegangan semakin memuncak setelah serangan Israel menewaskan seorang komandan senior Hizbullah bulan lalu. Tak lama kemudian, serangan yang diduga dilakukan Israel menewaskan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Tehran. Hal ini memicu ancaman pembalasan dari Hizbullah dan Iran.
Baca Juga: Putaran Baru Perundingan Gencatan Senjata Gaza di Qatar Berlanjut Jumat Ini
"Kita semua khawatir dengan situasi kawasan," ujar Sejourne usai bertemu Nabih Berri, Ketua Parlemen Lebanon yang juga sekutu kelompok Hizbullah.
Baca Juga: Presiden Palestina Abbas Beritahu Parlemen Turki Akan Kunjungi Gaza
Prancis "mendukung Lebanon, dan dalam konteks ini serta demi perdamaian regional, kami berharap adanya gencatan senjata di Jalur Gaza, yang akan menjadi kunci perdamaian di kawasan," tambahnya.
Hizbullah dan pasukan Israel telah saling melakukan serangan hampir setiap hari sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu yang memicu perang Gaza.
Ketegangan semakin memuncak setelah serangan Israel menewaskan seorang komandan senior Hizbullah bulan lalu. Tak lama kemudian, serangan yang diduga dilakukan Israel menewaskan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Tehran. Hal ini memicu ancaman pembalasan dari Hizbullah dan Iran.
Baca Juga: Putaran Baru Perundingan Gencatan Senjata Gaza di Qatar Berlanjut Jumat Ini