FKK Unusa Ciptakan Aplikasi NU Posting untuk Atasi Stunting
Tim langit 7
Sabtu, 17 Agustus 2024 - 08:00 WIB
Tim Dosen FKK Unusa mengadakan pemberdayaan masyarakat Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Pemberdayaan ini bertujuan untuk mewujudkan desa siaga bebas stunting.
Tim Dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FKK Unusa) menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan.
Pemberdayaan ini bertujuan untuk mewujudkan desa siaga bebas stunting. Program ini bertujuan edukasi dan intervensi kesehatan.
Menurut Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dr. Ika Mardiyanti, SST., M.Kes., stunting masih banyak ditemui di wilayah dengan akses pelayanan kesehatan yang terbatas. Dia bersama tim tergerak menciptakan inovasi atasi stunting, yakni NU-Posting (Nahdlatul Ulama - Pojok Stunting), sekaligus membuatnya dalam bentuk aplikasi.
Kegiatan ini merupakan hasil tindak lanjut implementasi dari penelitian yang dilakukan oleh Irawati, seorang mahasiswi profesi bidan Unusa yang telah lulus pada Mei 2024.
Baca juga:FIFIT UMMAD dan FEB UTS Kerjasama Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Penelitiannya berfokus pada penanggulangan masalah stunting melalui pijat Tuina, sebuah teknik pijat tradisional yang berasal dari Tiongkok. Dalam penelitian tersebut, Irawati menemukan bahwa pijat Tuina dapat memberikan dampak positif dalam mencegah stunting pada anak-anak.
“Inovasi dari kegiatan ini berangkat dari penelitian seorang mahasiswi, yang kemudian kita bersama melakukan tindak lanjut dan implementasi. Akhirnya kita bentuk NU-Posting di Puskesmas Jaddih, Desa Parseh ini, sekaligus kita ciptakan aplikasi NU-Posting untuk memudahkan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat. Dan alhamdulillah implementasi ini juga mendapatkan hibah PPM dari Kemenristekdikti melalui Ditjen Dikti Ristek,” jelasnya.
Pemberdayaan ini bertujuan untuk mewujudkan desa siaga bebas stunting. Program ini bertujuan edukasi dan intervensi kesehatan.
Menurut Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dr. Ika Mardiyanti, SST., M.Kes., stunting masih banyak ditemui di wilayah dengan akses pelayanan kesehatan yang terbatas. Dia bersama tim tergerak menciptakan inovasi atasi stunting, yakni NU-Posting (Nahdlatul Ulama - Pojok Stunting), sekaligus membuatnya dalam bentuk aplikasi.
Kegiatan ini merupakan hasil tindak lanjut implementasi dari penelitian yang dilakukan oleh Irawati, seorang mahasiswi profesi bidan Unusa yang telah lulus pada Mei 2024.
Baca juga:FIFIT UMMAD dan FEB UTS Kerjasama Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Penelitiannya berfokus pada penanggulangan masalah stunting melalui pijat Tuina, sebuah teknik pijat tradisional yang berasal dari Tiongkok. Dalam penelitian tersebut, Irawati menemukan bahwa pijat Tuina dapat memberikan dampak positif dalam mencegah stunting pada anak-anak.
“Inovasi dari kegiatan ini berangkat dari penelitian seorang mahasiswi, yang kemudian kita bersama melakukan tindak lanjut dan implementasi. Akhirnya kita bentuk NU-Posting di Puskesmas Jaddih, Desa Parseh ini, sekaligus kita ciptakan aplikasi NU-Posting untuk memudahkan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat. Dan alhamdulillah implementasi ini juga mendapatkan hibah PPM dari Kemenristekdikti melalui Ditjen Dikti Ristek,” jelasnya.